Gerindra: Kami Perjuangkan Subsidi Kuota Internet bagi Pelajar, Mahasiswa & Santri

Senin, 29 Juni 2020 19:01 Reporter : Merdeka
Gerindra: Kami Perjuangkan Subsidi Kuota Internet bagi Pelajar, Mahasiswa & Santri Ahmad Muzani. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mendorong pemerintah memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa dan santri. Hal ini untuk mendukung proses belajar mengajar daring atau online selama masa pandemi virus corona atau covid-19.

"Kami akan memperjuangkan subsidi kuota bagi pelajar, mahasiswa dan santri," kata Muzani, Senin (29/6).

Dia menuturkan, mutu pendidikan di Indonesia terganggu dikarenakan proses belajar mengajar jarak jauh melalui internet mengalami banyak hambatan. Hal tersebut bisa dilihat dari ketersediaan alat hingga akses jaringan bagi siswa maupun guru.

"Ini menjadi ancaman bagi kualitas pendidikan kalau ini tidak sukses. Apakah mungkin pemerintah memberi subsidi untuk penggunaan kuota internet. Sebab (pendidikan) ini menjadi penting bagian dari pembangunan sumber daya manusia," jelas Muzani.

Dia mengingatkan soal janji Presiden Jokowi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sehingga pendidikan adalah kuncinya. Namun, akses pendidikan sebagian anak bangsa mengalami hambatan selama pandemi covid-19.

"Pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan SDM dalam suasana covid ini menjadi terhambat, karena seluruh proses pendidikan berhenti. Tidak ada pembelajaran langsung, itu harus dipikirkan agar semua ini berjalan lancar dalam suasana covid. Supaya kualitas SDM terjaga, seperti yang diharapkan pemerintah," ungkap Muzani.

1 dari 1 halaman

Dorong Produksi Ponsel Nasional

Bukan hanya subsidi kuota internet, dia juga mengusulkan pengembangan ponsel nasional. Wacana tersebut bisa menjadi solusi atas keterbatasan masyarakat di pelosok nusantara untuk mengakses internet.

"Ini masalah, pemerintah harus memikirkan handphone produksi Indonesia. Ini momentum gimana BUMN bergerak di bidang telekomunikasi untuk konvergensi hp buatan indonesia. Alangkah bagusmya ini menjadi dorongan pemerintah melakukan riset. Saya kira gangguan sistem pembelajaran jarak jauh ini agak kompleks mulai dari infrastruktur dan faktor pendukung lain," tukasnya.

Selain itu, dia meminta pemerintah menyisihkan anggaran untuk menyediakan layanan rapid test bagi para santri di pondok pesantren. Hal tersebut merujuk pola pembelajaran di pondok pesantren yang memiliki kekhususan, karena santri diwajibkan untuk tinggal di tempat tersebut.

“Dipikirkan bagaimana rapid tes kesehatan para santri disubsidi pemerintah. Rapid tes gratis. Apalagi pemerintah mempunyai kepentingan tes secara acak dan biaya itu dikeluarkan pemerintah. Supaya kualitas SDM terjaga seperti yang diharapkan pemerintah, sektor pendidikan dibuka terakhir karena paling rentan," tutupnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [ray]

Baca juga:
Ridwan Kamil: Sukabumi Masuk Zona Hijau, Boleh Siapkan Simulasi Sekolah Fisik
KPAI Desak Dinas Pendidikan Revisi Minimal Kuota PPDB Jalur Zonasi
Dinas Pendidikan DKI: Tak Terima di Zonasi, Bisa Jalur Prestasi Akademis
Aksi Demo Orang Tua Murid di Kantor Kemendikbud
Ketua Komisi E DPRD Dukung Kebijakan Usia dalam PPDB DKI Jalur Zonasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini