Gerindra : Kalau Kinerja Menteri Sudah Baik, Buat Apa Reshuffle

Rabu, 8 Juli 2020 00:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra : Kalau Kinerja Menteri Sudah Baik, Buat Apa Reshuffle Sufmi Dasco Ahmad. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengaku, bahwa kinerja para menteri berkembang luar biasa setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah dan mengancam reshuffle. Dengan itu, Pratikno mengatakan bahwa isu perombakan kabinet sudah tak lagi relevan.

Merespons itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut memang dari awal Presiden Jokowi hanya berencana mengganti menteri yang bekerja tidak benar. Pernyataannya itu pun tidak langsung ingin merombak kabinetnya.

"Saya lihat secara garis besar Pak Presiden kan enggak bicara akan langsung reshuffle. Ketika Pak Jokowi bicara tegas tentang pemakaian dana Covid kemudian kalau enggak bener ada menteri yang lambat kemudian mau direshuffle kan mau rencana," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).

"Itu kan tujuannya memacu kinerja menteri dan memastikan dana covid itu terdistribusi dengan benar ke masyarakat. Kalau dimonitor kinerjanya jadi baik, buat apa juga reshuffle," sambungnya.

Tetapi, menurutnya, menteri tidak bisa mengklaim kinerjanya sudah baik baik atau tidak. Semuanya tergantung evaluasi dari Presiden yang punya parameter guna menilai apakah kinerja menterinya baik, kurang, atau cukup.

"Kalau menteri menilai kinerjanya sendiri tentu dia bilang poin saya 8-10. Tapi kalau Pak Presiden ngeliat kita gak tau, kan itu tergantung presiden," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menilai bahwa kinerja menteri dan kepala lembaga sudah bagus setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah dan mengancam reshuffle. Dia bilang, ada kemajuan yang luar bisa dalam waktu singkat.

"Dalam waktu yang relatif singkat kita melihat progres yang luar biasa di kementerian dan lembaga," kata Pratikno saat jumpa pers, Senin (6/7).

Dia menuturkan, kemajuan yang luar biasa itu bisa dilihat dari serapan anggaran yang meningkat dan program-program yang berjalan. Artinya teguran keras Jokowi punya arti yang signifikan.

"Teguran keras tersebut dilaksanakan cepat oleh kabinet," ucapnya.

Sehingga, kata Pratikno, bila kinerja para pembantu presiden sudah bagus tidak perlu ada perombakan kabinet. Serta, isu reshuffle sudah tidak relevan lagi.

"Jadi ini progres yang bagus, jadi kalo progresnya bagus ngapain di reshuffle.
Jadi dengan progres yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus," ucapnya.

"Sekarang ini sudah bagus semoga bagus terus, tentu kalau bagus gak ada isu, gak relevan lagi reshuffle. Jadi jangan ribut lagi reshuffle," pungkasnya. [fik]

Baca juga:
Gerindra: Kinerja Menteri Jadi Baik, Buat Apa Reshuffle?
PDIP Yakin Pertemuan Airlangga Prabowo Tidak Terkait Reshuffle
Demokrat Sebut Publik Berhak Tahu Jadi atau Tidaknya Reshuffle Dilakukan Jokowi
PDIP Dukung Presiden Jokowi Evaluasi Menteri yang Lamban Hadapi Covid-19
Mensesneg Sebut Kinerja Menteri Alami Kemajuan Usai Jokowi Marah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini