Gerindra: Kader PAN Membelot Dibesar-besarkan, Reuni 212 Tak Diberitakan

Kamis, 13 Desember 2018 17:17 Reporter : Devi Veviani
Gerindra: Kader PAN Membelot Dibesar-besarkan, Reuni 212 Tak Diberitakan Muhammad Syafii . ©dpr.go.id

Merdeka.com - Politikus Partai Gerindra Muhammad Syafi'i mengatakan bahwa media mainstream terlalu membesar-besarkan kabar kader Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Selatan (Sumsel) yang mendukung pasangan calon (paslon) capres dan cawapres Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Dirinya menilai peristiwa besar seperti 212 malah tidak diberitakan.

"Cuma persoalannya kan media mainstream ini, hal-hal yang kecil aja pun yang itu dianggap bisa memberi citra negatif kepada 02, itu kan diberitakan besar, sedangkan hal-hal sangat besar seperti reuni 212 itu tidak akan diberitakan," kata Syafi'i di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12).

Dia membeberkan bahwa tidak semua kader partai pendukung Jokowi-Ma'ruf benar-benar bekerja untuk mereka. Adapun jika hal ini dibuka, tidak akan ada media mainstream yang akan membesarkannya karena dianggap merugikan paslon capres dan cawapres nomor urut 01 tersebut.

"Tapi kalau kalian tanya jumlahnya, sangat, sangat, sangat, saya ulang lagi, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat signifikan, bahwa kader partai pendukungnya itu bekerja untuk pemenangan Prabowo-Sandi," ungkapnya.

Menurutnya, PAN secara konstitusi mendukung paslon nomor urut 01, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Sehingga kabar deklarasi puluhan kader PAN yang mendukung Jokowi patut dipertanyakan kebenarannya.

"Ya bahwa kan secara institusi PAN itu kan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi. Kalau orang perorangan itu kan saya kira ya persentasenya patut dipertanyakan," ujarnya.

Syafi'i mengatakan, pihaknya tidak khawatir oleh pembelotan ini. Dia menganggap itu persoalan internal dari PAN sendiri.

"Tapi walaupun begitu kami tidak ada kekhawatiran. PAN secara keseluruhan itu masih bekerja untuk pemenangan Prabowo-Sandi," katanya.

Sebelumnya, Ketua Pembinaan Organisasi Keanggotaan (POK) DPW PAN Sumsel, Mardiansyah mengaku kesal adanya deklarasi kepada paslon nomor urut 01 yang mengatasnamakan kader dan simpatisan PAN Sumsel. Menurutnya itu hanya oknum.

"Kita bisa melihat dari deklarasi itu, berapa banyak yang hadir, siapa-siapa saja, banyak sekali kejanggalan. Kami tak ingin PAN Sumsel dimanfaatkan oleh kepentingan picik segelintir oknum yang memang tidak jelas statusnya di DPW PAN Sumsel," tegasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini