Gerindra: Harusnya Demokrat Terima Kasih ke Pak Prabowo

Rabu, 10 Juli 2019 14:24 Reporter : Fikri Faqih
Gerindra: Harusnya Demokrat Terima Kasih ke Pak Prabowo mulyadi gerindra. ©2019 Merdeka.com/dokumen pribadi

Merdeka.com - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Mulyadi geram dengan twit yang dibuat oleh politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean karena kerap menyerang partainya. Dia mengingatkan, seharusnya Demokrat sadar diri dan berterimakasih kepada Prabowo Subianto.

Sebagai Kader Gerindra, dia merasa terusik oleh komentar komentar kader Demokrat. Mulyadi menilai, mereka tidak punya etika sebagai sesama partai pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Seolah sedang menjadi peserta beauty contest di hadapan juri koalisi pemerintah, padahal panggung kontes nya belum jelas dan jurinya masih asik berunding dengan peserta kontes yang sudah resmi, untuk peserta kontes tambahan belum di buka atau bahkan mungkin tidak ada," katanya kepada merdeka.com, Rabu (10/7).

Mulyadi mengungkapkan, Partai Demokrat harusnya berterimakasih pada Prabowo dan Partai koalisi pendukung 02. Karena sebelum pendaftaran capres, Demokrat menjadi peserta terakhir yang ikut daftar di barisan 02.

Dia mengatakan, sebelumnya Partai Demokrat berupaya untuk masuk barisan pendukung 01 tapi ditolak. Karena kepentingan masa depan kader dan Demokrat, dia menambahkan, maka partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono itu harus menjadi partai pengusung capres.

"Maka dengan kebaikan Pak Prabowo dan koalisi, akhirnya Partai Demokrat diterima bergabung, coba bayangkan kalau saat itu koalisi 02 tidak terima? Bagaimana nasibnya masa depan Partai Demokrat dan kadernya yang akan maju dalam Pilpres di periode berikutnya," tegasnya.

"Jadi berterimakasihlah Pada Pak Prabowo dan koalisi 02, walau politik adalah memperjuangkan kepentingan tapi etika tetap harus menjadi dasar dalam perjuangan, setidaknya sebagai cerminan moral, jadi hentikan statement dan tudingan spekulasi kepada Gerindra dan Pak Prabowo," kata Mulyadi.

Dia mengungkapkan, kader Partai Gerindra tertib dan patuh pada Prabowo selaku Ketua Umum. Selain itu, kader Partai Gerindra juga mengedepankan etika diam.

"Sekarang saya sampaikan ini sebagai kader yang berusaha ingin mengingatkan supaya kita saling menghormati dan hentikan sikap nyinyir tak berdasar. Saya ikut bersyukur 2024 Partai Demokrat bisa mengusung kader nya menjadi kontestan Pilpres 2024, semoga," tutup Mulyadi.

Sebelumnya, Ferdinand menuliskan, adanya pihak yang meminta posisi kabinet Jokowi. Namun, dia tidak secara jelas menyebut siapa pihak tersebut.

"ternyata mereka meminta kursi Menteri Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menko Ekonomi, Menteri Perdagangan. Alasannya harga-harga akan turun dan rakyat sejahtera. Selamat berjuang mendapatkannya mas," tulisnya di laman Twitter. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini