Gerindra endus ada upaya adu domba soal air zamzam berlabel #2019GantiPresiden

Senin, 3 September 2018 10:27 Reporter : Sania Mashabi
Gerindra endus ada upaya adu domba soal air zamzam berlabel #2019GantiPresiden Sodik Mujahid. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi Partai Gerindra Sodik Mujahid meminta aparat berwenang menyelidiki kasus pembagian air zamzam kemasan bertuliskan #2019GantiPresiden di tanah suci. Sebab, kata dia, tindakan itu mengganggu kegiatan ibadah haji yang tengah berlangsung kala itu.

"Tindakan tersebut bukan hanya mengganggu misi ibadah haji, mengganggu nama baik Indonesia juga cenderung menyudutkan pihak tertentu," kata Sodik, kepada wartawan, Senin (3/9).

Ketua DPP Partai Gerindra ini juga menegaskan, para penggerak #2019GantiPresiden tidak pernah ada yang berpikir untuk melakukan hal tersebut di tahan suci. Dia justru menduga pembagian air zamzam dalam kemasan botol bertuliskan #2019GantiPresiden dilakukan oleh pihak yang memiliki akses seperti petugas setempat.

"Saya sudah tanya kepada banyak tokoh dan aktivis gerakan ganti presiden dan semua mengatakan mereka tidak terpikirkan melakukan hal tersebut dan mengecamnya," ungkapnya.

"Coba pikirkan siapa yang punya akses ke tempat kemasan air zamzam? jemaah biasa atau petugas?" sambungnya.

Sodik juga menilai tindakan itu sebagai salah satu upaya adu domba. Karena itu, dia meminta aparat berwenang segera menyelidiki kasus tersebut.

"Sekali lagi aparat perlu menyelediki tindakan tersebut karena cenderung mengadu domba dan mendeskreditkan," ucapnya.

Diketahui, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menemukan pembagian air zamzam bertagar #2019GantiPresiden. Jemaah yang menerima kemasan air zamzam itu adalah peserta haji furoda alias bukan kuota.

Kepala PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara Arsyad Hidayat menjelaskan, berdasarkan informasi dari petugas Bidang Pengawasan Penyelenggara Haji (PIHK), kemasan zamzam yang ditempeli stiker tagar itu dibagikan kepada jemaah haji nonkuota yang pulang melalui Terminal Internasional Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

"Diduga, pembagian air zamzam beraroma politik praktis itu dilakukan pada Senin, 27 Agustus 2018 atas inisiatif agen travel. Kalau di Bandara Terminal Haji tidak ada pembagian zamzam," ujar Arsyad. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini