Gerindra duga SBY tunggu gugatan ambang batas 20 persen untuk tentukan koalisi

Jumat, 13 Juli 2018 12:17 Reporter : Ahda Bayhaqi
kampanye gerindra. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan tiga opsi dalam Pilpres 2019. Tiga opsi itu adalah membuka peluang mendukung Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Serta, peluang membangun poros ketiga di luar dua yang sudah ada.

Keputusan tersebut berdasarkan rapat majelis tinggi membahas kriteria dan penetapan capres dan cawapres, di kediaman SBY pada Senin, 9 Juli 2018.

Menurut Partai Gerindra, keputusan tersebut memperlihatkan Presiden RI dua periode itu tengah menunggu uji materi Pasal 222 UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Pasal itu saat ini tengah digugat di Mahkamah Konstitusi.

"Kita melihat bahwa keputusan ini intinya Partai Demokrat masih nunggu hasil dari mahkamah konstitusi yang menerima gugatan," kata Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade ketika dihubungi, Jumat (13/7).

Andre menduga SBY bakal mengambil keputusan di waktu-waktu mendekati waktu pendaftaran. Sebelumnya, SBY mengatakan majelis tinggi bakal menggodok dan mematangkan keputusan dalam waktu empat bulan mendatang.

"Sehingga beliau mengatakan butuh waktu 4 minggu lagi. Bahwa putusan dibikin last minute juga menunggu putusan Mahkamah Konstitusi," imbuh Andre.

Peluang Demokrat merapat ke kubu Prabowo, kata Andre, Gerindra masih melakukan komunikasi politik. Meski komunikasi tersebut di tahap awal belum intens seperti dengan PKS dan PAN. Dia menuturkan pihaknya menantikan sikap SBY setelah keluarnya putusan soal uji mater ambang batas.

"Kalau melihat pidato pak SBY peluangnya ada untuk berkoalisi pak Prabowo, peluang itu ada kita tunggu lah. Pak SBY masih nunggu gugatan," kata Andre. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini