Gerak Cepat NasDem Deklarasikan Anies Capres Rusak Posisi Tawar Tokoh dan Parpol

Selasa, 4 Oktober 2022 08:26 Reporter : Merdeka
Gerak Cepat NasDem Deklarasikan Anies Capres Rusak Posisi Tawar Tokoh dan Parpol NasDem deklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Partai NasDem resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10). Deklarasi itu diperkirakan memengaruhi posisi tawar tokoh dan partai politik (parpol) lain untuk membangun koalisi.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago melihat sejumlah pertimbangan NasDem sehingga melakukan deklarasi lebih cepat dari jadwal yang direncanakan pada 10 November 2022. Setidaknya ada dua alasan utama yang menjadi dasar langkah itu, yakni efek ekor jas dan kedua soal dukungan loyalis Anies.

"Pertama, ingin mendapatkan efek ekor jas dengan mendukung Anies pada momentum pemilu legislatif dan eksekutif dilaksanakan secara serentak tahun 2024. Kedua, posisi Anies yang selama ini identik dengan tokoh yang kontra dengan narasi pemerintahan Jokowi akan berpotensi menarik pemilih yang suka Anies untuk memilih NasDem di tahun 2024," kata Arifki dalam keterangan tertulis diterima, Selasa (4/10/2022).

2 dari 3 halaman

Tarik Pendukung Anies

Selain itu, Arifki melihat jika NasDem bisa membaca momentum. Apalagi posisi Anies yang selalu masuk tiga besar dari berbagai lembaga survei, tentu targetnya menarik pendukung Anies agar memilih NasDem juga di tahun 2024.

Dengan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres sebelum jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir, NasDem menjadi pahlawan untuk karier Anies dan memberikan kepastian kepada pendukungnya bahwa Anies memiliki tiket untuk Pilpres.

"Banyak yang menduga bahwa partai-partai akan mendekat ke Anies setelah masa jabatannya habis. Namun, NasDem ingin mendahului dan ingin menjadikan Anies sebagai 'Brand Ambasador' partainya di Pemilu 2024," ujar Arifki.

3 dari 3 halaman

Dua Pilihan Parpol

Arifki meyakini deklarasi Partai NasDem terhadap Anies tentu di luar dugaan. Dengan demikian, konstelasi politik nasional akan terdampak. Partai-partai lain tentu kini bersiap untuk tetap memaksakan koalisi yang sudah terbentuk atau mendorong figur lain yang disiapkan untuk menantang Anies.

"Sebagai figur yang memiliki diferensiasi pemilih sendiri, Anies tentu akan menjadi ancaman bagi koalisi politik lain jika salah menetapkan capres dan cawapres penantangnya," paparnya.

Arifki meyakini, saat ini hanya ada dua pilihan bagi partai yang belum menentukan sikap. Pertama, bergabung dengan koalisi partai yang berpotensi mengalahkan Anies. Kedua, bergabung dengan NasDem untuk mendukung Anies.

"Deklarasi Anies lebih awal telah merusak bursa tawar-menawar tokoh dengan partai politik sebelum waktu yang seharusnya," tutup Arifki.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com. [yan]

Baca juga:
NasDem Usung Anies Jadi Capres 2024, Siapa Lawan Sepadan?
Pencalonan Anies sebagai Capres Bakal Ubah Peta Koalisi
Isu Tetapkan Anies Tersangka Kasus Formula E, KPK: Kenapa Takut Kalau Ada Bukti
Momen Pertemuan Jokowi dan Ganjar di Jateng saat NasDem Deklarasi Anies Capres
NasDem Usung jadi Capres, Anies Baswedan: Fokus Masih Urusan Jakarta
Anies Jadi Capres NasDem, PDIP: Jangan Gunakan Jabatan untuk Kepentingan Pribadi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini