Ganjar Ungkap Kriteria Pemimpin Indonesia Selanjutnya

Sabtu, 26 November 2022 15:27 Reporter : Merdeka
Ganjar Ungkap Kriteria Pemimpin Indonesia Selanjutnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berbicara kriteria pemimpin Indonesia periode mendatang. Menurutnya, masyarakat menginginkan pemimpin yang ayem atau diartikan bahasa Indonesia damai.

"Kalau hari ini menurut saya karakter pemimpin yang bikin ayem karakter pemimpin yang mendengarkan dan mengajak," katanya melalui zoom meeting saat menjadi pembicara acara Your Voice Matters di JCC, Jakarta, Sabtu (26/11).

Dia menyampaikan demikian berdasarkan pengalamannya saat bertemu dan berdialog dengan sejumlah kelompok, seperti kelompok penyandang disabilitas, kelompok perempuan dan kelompok anak-anak. Ganjar mengungkapkan, perwakilan kelompok menyuarakan suara hati.

"Anak-anak mengatakan, Pak Ganjar saya ingin sekolah saya asik, tidak ada bully. Saya ingin bisa membaca di mana pun. Saya ingin piknik dan semua orang tidak menganiaya saya," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Sementara itu, kelompok perempuan menitikberatkan pada kesetaraan gender.

"Kelompok perempuan kemudian menyampaikan kepada saya begini pak kenapa sih pembangunan selalu style maskulin selalu yang fisik tidak pernah berbicara ruang-ruang atau ide ide atau pikiran pikiran yang bisa menyetarakan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ganjar menerangkan, kelompok perempuan turut membahas tentang tingginya angka kematian pada ibu hamil dan angka stunting pada anak di Indonesia.

"Ini keluhan kelompok perempuan kenapa ibu hamil tidak mendapatkan perhatian. Kenapa kemudian angka kematian ibu melahirkan atau angka kematian bayi menjadi tinggi bahkan stunting tidak ada orang peduli pada ibu hamil," bebernya.

Terakhir, Ganjar menyampaikan pemikiran kelompok penyandang disabilitas. Mereka, dia mengatakan, menolak untuk dikasihani. Kelompok disabilitas hanya mengharapkan mendapat hak yang sama dengan orang-orang normal pada umumnya.

"Kelompok difabel 'pak Ganjar saya tak buruh di kasihani, kami butuh kesetaraan tugas bapak adalah memberikan fasilitas itu," jelasnya.

Ganjar mengaku perasaan langsung berkecambuk kala mendengar pemikiran sejumlah kelompok tersebut. Dia menjelaskan, saat ini seluruh kelompok akan dilibatkan dalam musyawarah pembangunan.

"Saya mencoba melibatkan mereka dan memberikan ruang kesempatan mereka untuk menyampaikan lebih banyak ide gagasan dan partisipasi maka tidak mau mendengar tidak mau bikin adem ayem menganyomi ya pasti akan ditinggalkan," tegasnya.

Lebih lanjut Ganjar menyarankan kepada semua pihak untuk lebih peduli terhadap semua kelompok, entah itu perempuan, anak-anak atau disabilitas.

"Dengan kita bisa ngobrol say hi tidak cukup bisa gugah persaudaraan diantara kita," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Pemimpin Mikirin Rakyat Rambutnya Berwarna Putih, Kode Jokowi Dukung Ganjar?
Analisis Pengamat soal Kode Jokowi Pemimpin Rambut Putih: 100 Persen Ganjar
Buka Munas Matakin, Ganjar: Kekuatan Komunitas Bisa Berkontribusi Nyata untuk Bangsa
Intip Keseruan Ganjar Pranowo Peringati Hari Guru, Sampaikan Pesan Penting Ini
Diterpa Isu Perjodohan Prabowo-Ganjar, Gerindra dan PKB Bakal Dirikan Sekber
Peringati Hari Guru, Ganjar Kenalkan 3 Aplikasi untuk SDM Unggul
Golkar Tanggapi Santai Perjodohan Prabowo-Ganjar, Tetap Ngotot Usung Airlangga Capres

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini