Ganjar dan Erick Dinilai Unggul di Medsos, Bisa Pikat Pemilih Muda

Kamis, 12 Mei 2022 19:13 Reporter : Fikri Faqih
Ganjar dan Erick Dinilai Unggul di Medsos, Bisa Pikat Pemilih Muda Ganjar Pranowo dan Erick Thohir. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Center for Political Communication Studies (CPCS), Tri Okta SK mengatakan, duet Ganjar Pranowo-Erick Thohir mulai muncul di beberapa lembaga survei dan perbincangan masyarakat karena keduanya memiliki kesamaan. Dimana Ganjar dan Erick sama sama aktif di media sosial.

Dia mengungkapkan, Ganjar mengombinasikan aktivitas sehari-hari dan kegiatan Pemprov Jateng dengan konten media sosial. Cara ini mendekatkan dirinya dengan anak muda yang sangat aktif di medsos.

“Dibanding tokoh-tokoh lain, akun Youtube Ganjar memiliki jumlah subscriber paling banyak, mencapai 1,28 juta. Sedangkan Erick Thohir, selain memiliki akun di beragam platform medsos, menjadi salah satu yang terbesar di Tiktok dengan follower mencapai 456,2 ribu,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (12/5).

Okta menerangkan Ganjar dan Erick tak sungkan-sungkan menampilkan konten yang sedang viral atau disukai anak muda. Contohnya, ketika Ganjar memposting video editan Lisa Blackpink dengan view mencapai 3,1 juta, disukai oleh 248 ribu dan dikomentari 11,7 ribu.

Sedangkan Erick memposting di Tiktok sedang mengajari pembalap MotoGP asal Italia, Luca Marini, ‘dikasih info maseh’ dan dibetulkan oleh Erick dengan bahasa Jawa ‘gak ngono carane mas’ dan hasilnya ditonton 3,1 juta dan disukai 262,6 ribu.

“Medsos bukan semata-mata pencitraan, tetapi menjadi kanal komunikasi antara Ganjar sebagai kepala daerah dengan warganya secara langsung. Berbagai permasalahan yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah bisa langsung dimonitor dan diselesaikan secara cepat,” terangnya.

2 dari 3 halaman

Dia menambahkan, Ganjar juga dikenal rajin blusukan yang kemudian diposting di akun-akun medsosnya. Erick Thohir sebagai pengusaha media juga sangat paham menggunakan medsos sebagai saluran untuk mengkomunikasikan program-program pemerintah maupun Kementerian BUMN kepada masyarakat dengan bahasa yang ringan dan mudah ditangkap.

Okta menjelaskan, keberpihakan Ganjar terhadap anak-anak muda pelaku usaha sektor UMKM ditunjukkan dengan menggandeng Tokopedia (GoTo) sebagai marketplace terbesar di Indonesia untuk meningkatkan digital marketing.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, penjualan melalui sektor e-commerce menjadi alternatif utama karena adanya pembatasan sosial,” ujarnya.

Sedangkan Erick Thohir, Okta mengungkapkan, mempunyai program meningkatkan kepemimpinan BUMN di tangan anak muda berusia di bawah 40 tahun, serta kesetaraan gender dengan menargetkan 25% perempuan memimpin BUMN.

“Di tengah bonus demografi yang sangat besar, gaya komunikasi maupun program Ganjar-Erick untuk menggapai anak muda menjadi sangat strategis. Pemilih muda pada Pemilu 2024 sangat mungkin bisa diraih oleh Ganjar-Erick jika maju berpasangan sebagai capres-cawapres,” tutupnya

3 dari 3 halaman

Untuk diketahui, nama Ganjar dan Erick Thohir masuk dalam daftar calon nama presiden yang akan diusulkan Partai NasDem kepada Surya Paloh dalam rapat kerja nasional (Rakernas). Selain itu, keduanya juga masuk dalam bursa Rembuk Rakyat yang dilakukan PSI.

Sebelumnya, nama Erick Thohir yang dipasangkan sebagai pendamping calon presiden terbilang mendongkrak persentase elektabilitas Capres. Hal itu terlihat dalam hasil survei simulasi tiga pasangan Pilpres yang dilakukan Lembaga Indikator Politik Indonesia.

Misalnya, Anies-AHY 27,4 persen Vs Ganjar-Erick 32,2 persen versus Prabowo-Puan 28,7 persen. Kemudian Anies-AHY 27,1 persen Vs Ganjar-Airlangga Hartarto 29, 7 persen versus Prabowo-Erick 31 persen. Selanjutnya, Anies-AHY 29,2 persen Vs Ganjar-Puan 26,9 persen Vs Prabowo-Erick 31,8 persen.

Tidak ketinggalan simulasi Anies-Erick 26,2 persen Vs Ganjar-Airlangga 31,2 persen Vs Prabowo-Puan 29,4 persen.

"Untuk simulasi dua pasangan, nama Anies-Erick 41,1 persen Vs Prabowo-Puan 38,9 persen. Ganjar-Erick 41,8 persen Vs Prabowo-Puan 39 persen. Ganjar-Puan 33,1 persen Vs Prabowo-Erick 47,5 persen. Ganjar-Anies 44,1 persen Vs Prabowo-Erick 39,7 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Untuk diketahui Indikator Politik Indonesia melakukan survei secara tatap muka pada 11 Februari - 21 Februari 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. [fik]

Baca juga:
Soal Pilpres 2024, Wapres Ingatkan Menteri: Fokus, Jangan Tinggalkan Pekerjaan
PAN Ungkap Empat Alasan Komitmen Menteri Berkurang, Salah Satunya Pilpres 2024
Golkar Jamin Kerja Airlangga sebagai Menteri Tak Terganggu Meski Maju Capres
Pilpres 2024, Menanti Sikap Pragmatis Parpol
Pilpres 2024: Calon Kuat Tak Punya Tiket

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini