Gaduh Twitter Gerindra Protes LGBT Dilarang Jadi ASN

Jumat, 29 November 2019 09:43 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Gaduh Twitter Gerindra Protes LGBT Dilarang Jadi ASN twitter gerindra soal LGBT. ©2019 Merdeka.com/twitter

Merdeka.com - Gerindra salah satu partai politik yang aktif menggunakan media sosial Twitter. Tak jarang cuitan-cuitan @gerindra menuai kontroversi di dunia maya.

Teranyar, admin @gerindra memicu kecaman karena protes atas kebijakan Kejaksaan Agung yang menolak LGBT ikut CPNS.

"Yang terhormat @KejaksaanRI, kami tidak setuju dengan keputusan penolakan Kejaksaan Agung terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan orientasi seksual LGBT. #SuaraGerindra," tulis akun @Gerindra, Kamis (28/11).

1 dari 3 halaman

Ramai Diserang

Cuitan inipun dibanjiri komentar netizen. Banyak yang tidak setuju, tak sedikit yang merasa kecewa menganggap Gerindra mendukung prilaku LGBT akibat cuitan tersebut.

"Loh, udh bnr itu Kejaksaan agung menolak CPNS LGBT. Itu berhubungan dgn kejiwaan dan keimanan. Klo jiwanya sakit ms diterima. Udh bnr kejaksaan menjaga marwah nya dr hal2 yg bgitu. Hrs ad efek jera bg pelaku LGBT. Utk hk yg berkeadilan aj negara blm bs melakukan, itu yg utama," tulis @pemintal_sunyi.

"Berarti @Gerindra mendukung LGBT Aku yakin suara partai mu akan nyungsep se nyungsep nyungsep nya... Lihat aja... Aku cabut dukungan detik ini juga," komentar @AnisaRahayu1991.

"Jadi curiga sama adminnya nih," @DavidWijaya82.

Mayoritas mereka yang berkomentar ingin meninggalkan Gerindra. Tidak sedikit juga mereka mengajak untuk beralih ke PKS.

2 dari 3 halaman

Penjelasan Akun Gerindra

Namun, akun @gerindra mencoba menjelaskan apa maksud cuitan tersebut. Dia memahami betul bahwa LGBT itu dilarang.

Menurut dia, LGBT tetap berhak mendapatkan semua haknya sebagai warga negara. Satu-satunya hak yang tidak mereka peroleh adalah hak untuk mengekspose dan mengembangkan perilakunya bersama dan kepada masyarakat umum.

Kata admin akun @gerindra, penolakan yang dilakukan terhadap kaum LGBT sebagi CPNS oleh Kejaksaan Agung sangat tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai Pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Semua warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban. Ada pun kewajiban dasar LGBT adalah menghormati dan mengikuti hukum serta nilai tertinggi di Indonesia yakni nilai dan norma Pancasila. #SuaraGerindra @KejaksaanRI," tulis akun itu.

3 dari 3 halaman

Fadli Zon Klarifikasi

Serangan LGBT terhadap @gerindra pun membuat gerah Wakil Ketua Umum Fadli Zon. Dia juga ikut berkomentar tentang isu tersebut di Twitter.

Fadli menegaskan, pihaknya menolak LGBT. Serta apapun yang bertentangan dengan agama.

"Partai @Gerindra jelas menolak LGBT. Juga menolak kampanye2 LGBT yg bertentangan dg agama manapun serta norma2 yg hidup dan tumbuh di masyarakat Indonesia," tulis @fadlizon.

[rnd]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini