Hot Issue

Gaduh Tuduhan Pencitraan Menteri Jokowi

Rabu, 21 Oktober 2020 08:02 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gaduh Tuduhan Pencitraan Menteri Jokowi Kabinet Indonesia Maju. ©BPMI

Merdeka.com - Dinamika terjadi di internal koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Berawal dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang tiba-tiba menyindir gelagat menteri Jokowi sedang mengambil ancang-ancang maju di Pemilu 2024.

Menteri itu disebut terlalu berimajinasi mempersiapkan diri menjadi Presiden sambil gencar membangun citra. Hasto meminta menteri tersebut fokus pada tugas utamanya sebagai pembantu presiden dan menghentikan segala pencitraan yang dilakukan.

Menurut dia, yang dibutuhkan Indonesia sekarang adalah totalitas, gotong royong dan terobosan pemerintah agar cepat keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19.

"Totalitas jajaran kabinet sangat penting. Karena itulah ketika ada indikasi menteri yang terlalu berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024, dan melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pembantu Presiden, sebaiknya segera menghentikan seluruh gerak pencitraannya, dan menempatkan kejar prestasi sebagai bagian budaya kerja. Sebab soliditas dan daya juang para menteri di tengah pandemi ini sangat penting," kata Hasto,Selasa (20/10).

Sindiran Hasto ini mendapat respons beragam dari partai koalisi Jokowi maupun oposisi. PAN dan NasDem mendorong Hasto membuka nama menteri yang dimaksud. Alasannya agar tidak ada saling tuduh antar menteri sehingga soliditas koalisi terjaga.

"Iya lebih baik demikian (dibuka menteri pencitraan) agar terang benderang untuk tidak saling menuduh satu sama lain. Boleh Boleh saja pencitraan kalau kerjanya enggak baik percuma saja," kata Wakil Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni saat dihubungi merdeka.com.

Sahroni meminta partai politik pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin 'menertibkan' kader mereka di pemerintahan agar fokus pada penanganan fokus. Dia menilai citra tak perlu dikejar. Bila seorang menteri bekerja baik, citra positif di mata publik akan terbentuk sendiri.

"Kita parpol juga hendaknya mengimbau semua kader baik pimpinan daerah, menteri ataupun legislatif untuk fokus bekerja untuk rakyat, bukan memanaskan situasi," kata Sahroni.

Baca Selanjutnya: Bukan Menteri dari PKB...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini