FX Rudy: Jika Indonesia Ingin Dapat Anugerah, Ya Ganjar Pranowo jadi Capres

Jumat, 15 Oktober 2021 21:50 Reporter : Arie Sunaryo
FX Rudy: Jika Indonesia Ingin Dapat Anugerah, Ya Ganjar Pranowo jadi Capres Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Gubernur Ganjar Pranowo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan alasan harus mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden di Pemilu 2024. Menurutnya, Indonesia akan mendapatkan anugerah jika memiliki pemimpin seperti Ganjar.

“Kalau Bangsa Indonesia kepingin mendapatkan anugerah (ganjaran) ya Ganjar Pranowo. Ini mau dikatakan deklarasi ya monggo yang punya hak untuk memberi sanksi itu DPP,” kata FX Rudy kepada wartawan, Jumat (15/10).

FX Rudy mengaku tak khawatir dukungannya kepada Ganjar tersebut bakal berujung sanksi dari DPP PDIP. Lagipula, kata dia, Ganjar sendiri tak pernah meminta ada deklarasi dukungan untuk Pilpres 2024.

“Pak Ganjar kan tidak minta dideklarasikan, yang mendeklarasikan adalah rakyat Indonesia yang mengetahui kinerja Ganjar Pranowo,” katanya lagi.

Dukungan kepada Ganjar memantik gejolak di internal PDIP. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyebut Ganjar dan pendukungnya sebagai celeng. Sebaliknya pendukung Ganjar menyebut Bambang Wuryanto dan kelompoknya sebagai bebek.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut Bambang Pacul (sapaan akrab Bambang Wuryanto) tidak menggunakan logika berpikir saat melontarkan tuduhan.

“Jadi kalau saya menanggapi perkataan mas Bambang Pacul ini m, menurut saya kok tidak pernah memakai logika berpikir. Sehingga dengan ramainya di media yang menyampaikan bahwa yang deklarasi calon presiden itu bukan banteng namun celeng,” ujar Rudy, Kamis (14/10).

Rudy menegaskan perbedaan sikap politik kubu pendukung Ganjar dan DPP soal Capres 2024 akan diputuskan oleh ketua umum (Megawati Soekarnoputri). Dia menyentil Bambang agar tak perlu berkomentar soal deklarasi-deklarasi dukungan kepada Ganjar.

"Karena yang namanya pemilihan presiden tidak hanya PDI Perjuangan yang memilih. Yang memilih rakyat Indonesia yang jumlahnya 250 juta,” tandasnya.

Dengan adanya pernyataan Bambang Pacul yang menyebut para deklarator capres tersebut sebagai celeng, dirinya justru lebih senang disebut banteng-celeng.

“Saya lebih seneng disebut banteng-celeng. Karena banteng celeng ini menurut saya yang tegak lurus. Jadi jangan putus asa jangan sakit hati bagi teman yang deklarasi dikatakan celeng,” katanya.

Rudy meminta perkataan celeng untuk diambil sisi positifnya. Sehingga, dikatakannya, yang namanya kader yang tegak lurus seperti celeng itulah kader yang sesungguhnya.

“Yang seperti celeng itu kader yang sesungguhnya, bukan yang banteng celengan. Kalau banteng celengan itu hanya berpikir bagaimana mengumpulkan pundi-pundi. Namun kalau banteng celeng ini bagaimana berjuang mencari suara sebanyak-banyaknya. Tidak menggantungkan kepada orang lain tapi bagaimana mendapatkan sesuatu yang baik bagi bangsa dan negara,” katanya.

Dia juga berharap konflik yang terjadi saat ini tidak perlu diperpanjang. Apalagi yang melakukan deklarasi tidak hanya pendukung Ganjar saja, namun juga Puan Maharani.

“Mbak Puan juga deklarasi, sehingga jika ini terus diperkeruh lama kelmaan banteng-banteng celeng ini akan deklarasi semua. Karena banteng celeng ini adalah banteng yang tegak lurus bukan banteng celengan,” tutup FX Rudy.

Sentilan Sekjen PDIP

PDI Perjuangan menyentil deklarasi relawan-relawan mengusung kader sebagai calon Presiden. Salah satunya deklarasi relawan Ganjar Pranowo. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta para kader PDIP untuk berdisiplin.

"Saat ini PDI Perjuangan melihat ada sekelompok kepentingan yang tidak mau bekerja keras melakukan kaderisasi secara sistemik lalu memgambil jalan pintas dengan mencalonkan tertentu dengan berbagai subyektivitas kepentingan," ujar Hasto dalam keterangannya, Jumat (15/10).

"Partai terus mencermati dinamika politik yang berkembang. Seluruh kader dan anggota Partai terus memegang disiplin dan lebih memilih membantu rakyat di dalam seluruh program recovery atas dampak pandemi," tegasnya.

Hasto mengingatkan, Kongres V PDIP memberikan mandat kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk memutuskan capres-cawapres. Kata Hasto, pngumuman akan dilakukan dalam momentum yang tepat. Bukan dengan cara deklarasi-deklarasi.

"Pengumuman akan dilakukan pada momentum yang tepat. Semua memerlukan pertimbangan yang matang, bukan asal deklarasi. Itulah tata cara melahirkan pemimpin, perlu pertimbangan matang dan jernih," ujarnya.

Hasto mengatakan, PDIP terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi. Terkait tokoh yang dicalonkan sebagai capres-cawapres, banyak kader mumpuni yang dipersiapkan partai. Ia bilang, tokoh seperti Presiden Joko Widodo, Prananda Prabowo, Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, Mardani, Sultan Riska dan lain-lain lahir dari mekanisme kaderisasi Partai. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini