Foto Akhyar-Salman Lebih Gelap dari Spesimen, Tim Kampanye Ancam Menggugat

Kamis, 19 November 2020 18:19 Reporter : Yan Muhardiansyah
Foto Akhyar-Salman Lebih Gelap dari Spesimen, Tim Kampanye Ancam Menggugat Surat Suara Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Medan. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Hasil pencetakan surat suara pemilihan calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Medan berbuah polemik. Pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, menemukan foto mereka lebih gelap dari spesimen, sehingga mengancam akan menggugat KPU Medan dan percetakan jika tetap menggunakan surat suara itu.

Tim pemenangan Akhyar-Salman, yang mendapat informasi mengenai gelapnya foto pasangan itu, meninjau langsung proses sortir dan lipat surat suara di Gedung Andromeda, bekas Bandara Polonia, Kamis (19/11).

"Kami komplain tentang wajah yang cerah gelap, kami konfirmasi sejauh mana kebenarannya. Tadi nampak kan? Sambil jalan ini pun kita tengok juga nanti. Kita buka juga. Karena informasinya hanya beberapa persen, tapi tadi kami lihat hampir merata gitu," kata Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman (AMAN), Ibrahim Tarigan.

surat suara calon wali kota dan calon wakil wali kota medan

Berdasarkan pantauan awak media, surat suara yang dilipat memang lebih gelap dari spesimen yang disepakati. Foto pasangan Akhyar-Salman tampak gelap, sedangkan pasangan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman terlihat lebih jelas.

Tim Akhyar-Salman tidak akan terima jika gambar paslon itu lebih gelap pada surat suara dibandingkan dengan yang ada pada spesimen.

"Kalau memang gelap, kami tidak terima, kami minta pemborong untuk mengulang kembali. Tadi ada bahasa butuh waktu, saya siap membuat ini semua, nggak, kita ganti," sebut Ibrahim.

Menurutnya, pasangan Akhyar-Salman sangat dirugikan jika surat suara dengan foto mereka yang gelap digunakan pada pilkada mendatang.

"Jelas merugikanlah. Biasanya paslon awak itu ganteng kan, kalau namanya pemimpin dan ustad itu kan bercahaya wajahnya itu. Ini kok kelihatan apa gitu?" ucapnya.

KPU diminta arif dan bijaksana untuk menyortir surat suara dengan foto yang gelap. Mereka harus minta ganti kepada pemborong atau percetakan. Jika semua gelap pencetakannya harus diulang.

Dia juga menyatakan, pihaknya siap menggugat pihak terkait jika surat suara dengan foto Akhyar-Salman yang gelap tetap digunakan pada pilkada 9 Desember mendatang.

"Kalau tidak diubah oleh KPU, pemborongnya ini akan kita tuntut kita lanjutkan ke proses hukum dan jangan dibayar," sebutnya.

surat suara calon wali kota dan calon wakil wali kota medan

Sementara Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadhani Damanik, membantah surat suara itu umumnya gelap. Dia menyatakan pihaknya masih melakukan penyortiran dan pelipatan. Menurutnya, hanya puluhan lembar surat suara yang cacat, dalam hal ini tintanya meluber. Total yang rusak akan diketahui pada Sabtu (21/11) mendatang.

"Sedang kita identifikasi, dari tanggal 17, sudah 3 hari, sekitar puluhanlah (dari 1.643.175 lembar surat suara)," jelasnya.

Agussyah mengaku sudah menjelaskan ketentuan, SOP dan proses pengadaan yang berlangsung di KPU kepada tim pemenangan Akhyar-Salman. Dia juga mengatakan, pencetakan berdasarkan spesimen yang sudah disepakati tim kampanye. Itu menjadi dasar pencetakan di PT Temprina Media Grafika di Bekasi.

Dia menjelaskan, pada kasus protes tim pemenangan Akhyar Salman, yang terjadi adalah tinta meluber.

"Ini kasusnya meluber. Gambar 01 terlihat gelap, ini kita sortir, ini tidak akan digunakan untuk di TPS nanti," ucapnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini