Forum Rektor ingin dialog dengan lembaga survei pro Prabowo

Senin, 14 Juli 2014 18:04 Reporter : Efendi Ari Wibowo
Forum Rektor ingin dialog dengan lembaga survei pro Prabowo ilustrasi. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Forum Rektor Indonesia yang terdiri dari 3.200 perguruan tinggi negeri dan swasta ikut angkat bicara terkait kemelut klaim kemenangan Pilpres 2014 berdasar hasil quick count. Mereka menyatakan turut prihatin dan terpanggil atas kemelut perbedaan hasil lembaga survei tersebut.

Ketua Forum Rektor Indonesia, Ravik Karsidi menyatakan tetap netral dalam kontestasi Pilpres 2014. Mereka berbuat karena merasa terpanggil oleh keluhan masyarakat.

"Forum Rektor Indonesia tidak boleh berpolitik praktis. Kami hanya mengemukakan aspirasi masyarakat, kemudian menyampaikan lewat seruan," kata Ravik di Hotel Pan Sari Pacific, Jl Thamrin Jakarta, Senin (14/7).

Menurutnya walaupun banyak ketegangan, pilpres akan tetap berjalan lancar. Mereka juga meminta KPU memfasilitasi Forum Rektor Indonesia untuk dapat berdialog dengan lembaga survei yang bertentangan.

"Kami percaya pemilu akan berjalan baik. Kami minta KPU untuk memfasilitasi berbicara dengan lembaga survei itu," terang dia.

Selain itu, Forum Rektor Indonesia juga menyatakan penyelenggara pilpres pada semua tingkatan harus profesional. Media massa pun harus turut mengawal pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Penyelenggara pilpres mulai dari pertugas TPS, PPK sampai KPUD dan KPU untuk bersikap netral dan bekerja secara profesional. Media massa juga harus menjunjung tinggi profesionalitas, netralitas pemberitaan dan etika jurnalisme agar suasana damai," pungkas dia.

Seperti diketahui, Prabowo - Hatta unggul atas Jokowi versi hitung cepat Puskaptis, JSI, LSN dan IRC. Hasil ini jelas berbeda dengan lembaga survei lain yang hitung cepatnya lebih unggul Jokowi - JK. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini