Fahri nilai poros ketiga di Pilpres 2019 bisa terbentuk dan jadi jalan tengah

Jumat, 13 Juli 2018 12:25 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Fahri Hamzah di Polda Metro Jaya. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi peluang terbentuknya poros ketiga di Pemilu serentak masih terbuka meski Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Menurutnya, poros ketiga bisa menjadi alternatif atas persaingan dua kubu yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Kalau MK tetap menganggap itu 20 persen, maka saya mendengar di lapangan percakapannya itu poros ketiga ini dianggap paling berpeluang karena ini dianggap jadi jalan tengah," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Fahri mencontohkan, kejadian serupa pernah terjadi antara Megawati Soekarnoputri dan BJ Habibie. Dahulu, kelompok-kelompok kecil membuat poros tengah di luar kubu dua tokoh tersebut.

"Seperti zaman dahulu pernah ada poros tengah, ini kelompok kecil tiba-tiba bisa mengkonsolidasi kelompok besar karena waktu itu ada dianggap konflik yang begitu besar antara kubunya Pak Habibi dengan Kubu Bu Mega," ujarnya.

"Nah sekarang juga begitu ada konflik yang dianggap keras kubunya Pak Prabowo dan kubu Pak Jokowi. Pak Prabowo pernah dirayu-rayu berkali kali disuruh menjadi wakilnya Pak Jokowi enggak mau, akhirnya ini tetap menjadi dua sudut yang keras sekali. Maka kelompok tengah itu bisa menang," sambungnya.

Melihat dinamika politik, Fahri menyebut koalisi baru bisa terbentuk pada akhir masa pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada 10 Agustus 2018.

"Saya meyakini koalisi itu baru akan terbentuk tanggal 9 dan 10 agustus. Terutama kalau masih 20 persen. Tetapi kalau nol persen, itu mungkin lebih cepat, karena kan orang lebih mudah partai punya paket calon sendiri. Saya kira itu yang akan terjadi," imbuhnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini