Fahri Hamzah Yakin Najwa Shihab Netral Jika Jadi Moderator Debat Capres

Rabu, 23 Januari 2019 12:00 Reporter : Sania Mashabi
Fahri Hamzah Yakin Najwa Shihab Netral Jika Jadi Moderator Debat Capres Najwa Shihab jadi pembicara di XYZ Day 2018. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengomentari munculnya usulan nama Najwa Shihab sebagai moderator debat capres-cawapres tahap kedua pada 17 Februari mendatang. Dia yakin Najwa akan netral jika memang terpilih menjadi moderator.

"Saya percaya Najwa netral, tapi problemnya di masa lalu Najwa pernah dianggap tidak netral. Meskipun saya tahu sekarang dia secara pribadi agak ke tengah," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1).

Meski begitu, Fahri menyarankan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki sistem debat capres-cawapres tahap kedua. Sebab, dia menilai jika debat masih berlangsung seperti debat perdana maka akan kurang baik bagi masyarakat.

"Tapi lebih baik memiliki panelis yang tak netral daripada sistem debat kaya kemarin. Jadi biarkan panelis yang tidak netral pun berharap dengan kandidat secara langsung dan bahkan bisa mengatur percakapan di antara keduanya supaya kelihatan juga," ucapnya.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan mengubah atau mengganti divat dalam debat Pilpres 2019 kedua pada 17 Febuari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Salah satu yang diubah yakni mengganti moderator pada saat debat capres-cawapres nanti.

Dalam debat Pilpres 2019 yang kedua nanti, Ira Koesno dan Imam Priyono dipastikan tak akan lagi menjadi moderator. Untuk yang menggantikan posisi kedua orang tersebut rencananya akan digantikan oleh Najwa Shihab dan Tommy Tjokro.

Terkait dua nama itu, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, nama Nana sapaan akrab Najwa Shihab dan Tommy Tjokro itu dipilih atau diusulkan oleh beberapa Media Televisi. Namun, dia tak menyebutkan stasiun televisi mana yang mengusulkannya.

"(Nana dan Tommy jadi moderator) itu diusulkan oleh tv. Kalau KPU nanti saja di rapat selanjutnya dan itu bisa satu (moderator) dan dua (moderator)," kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini