Fahri Hamzah Sindir Kapitalisme Serakah akan Buat Krisis Makin Akut

Minggu, 27 November 2022 04:28 Reporter : Merdeka
Fahri Hamzah Sindir Kapitalisme Serakah akan Buat Krisis Makin Akut Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah. ©Media Center DPN Partai Gelora Indonesia

Merdeka.com - Waketum Gelora, Fahri Hamzah berharap, pemerintah Indonesia mampu menyadari dan memahami potensi resesi global 2023. Seperti perkiraan dari para analis ekonomi dunia bakal terjadi resesi tahun depan.

"Ancaman krisis ini jangka panjang atau pendek? Patut dipahami ini adalah krisis yang sistemik. Karena di situ ada menyangkut ideologi. Ada ideologi kapitalisme yang tetap serakah, di tengah-tengah krisis. Sehingga menyebabkan krisis semakin akut," ucap Fahri.

Fahri mengungkap hal itu dalam webinar nasional Moya Institute bertema 'Antisipasi Resesi Global 2023: Kasus Indonesia', dikutip Sabtu (26/11).

Oleh sebab itu, Fahri meminta, Indonesia jangan sampai menjadi negara korban eksploitasi. Karena keserakahan ekonomi negara kapitalis dan lebih terbuka melihat gejolak dunia.

Sementara itu, mantan Menristek, Bambang Brodjonegoro menyarankan, pemerintah mengendalikan angka inflasi pangan. Bukan sekadar menjaga harga, tapi juga memastikan distribusi merata ke masyarakat terlaksana baik.

"Negara-negara maju, khususnya yang mengalami musim dingin, akan bersikap pragmatis akibat perang Rusia dan Ukraina yang tidak jelas kapan berakhir. Negara-negara lain membutuhkan pasokan komoditas yang cepat, seperti batubara. Hal ini bisa menjadi meningkatkan ekspor Indonesia," ujar Bambang.

2 dari 2 halaman

Mantan Ketua Wantimpres yang juga ekonom senior UGM Sri Adiningsih mengemukakan, dunia saat ini memang sedang mengalami banyak perubahan sebagai akibat dampak pandemi Covid-19. Termasuk, kata Sri Adiningsih, menyoal pemulihan ekonomi masing-masing negara di dunia. Namun Indonesia masih beruntung. Sebab ekonominya relatif tetap baik di tengah pandemi.

"Indonesia masih memiliki daya tahan yang terjaga. Ada beberapa kekuatan ekonomi Indonesia tetap bertahan dan diperkirakan tidak terseret ancaman resesi global tahun depan," ujarnya.

Sri Adiningsih menjelaskan, faktor penopang ekonomi Indonesia antara lain terdapat pada berkurangnya restrukturisasi perbankan, neraca perdagangan membaik meski mulai ada tekanan, produksi pertanian tetap menanjak, dan jumlah penduduk yang bisa dikapitalisasi.

Pemerhati isu-isu strategis, Prof Imron Cotan optimistis pemerintah Indonesia mampu menghadapi badai ekonomi yang diperkirakan para pakar akan terjadi pada 2023. Menurutnya, perekonomian Indonesia tidak terlalu terekspos kepada sistem Bretton Woods, di samping memiliki komoditas ekspor unggulan yaitu batu bara, CPO, bauksit, dan nikel.

"Komoditas-komoditas strategis ini tetap akan dibutuhkan negara-negara konsumen, terlepas krisis terjadi atau tidak."

"Terbukti dengan pertumbuhan positif ekonomi nasional yang menurut Menkeu saat ini mencapai 6,6 persen," ujar Imron.

Sumber: Liputan6.com

[rnd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini