Fahri Hamzah Sebut Indonesia Butuh 'Prosesi' Perkuat Nasionalisme

Selasa, 16 November 2021 09:48 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Fahri Hamzah Sebut Indonesia Butuh 'Prosesi' Perkuat Nasionalisme Fahri Hamzah. ©Media Center DPN Partai Gelora Indonesia

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan, Indonesia membutuhkan ‘prosesi’ untuk memperkuat rasa nasionalisme. Salah satu wujud dari prosesi adalah peringatan berbagai momentum sejarah bangsa.

"Salah satu momentum itu adalah Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan," kata Fahri dikutip dari Antara, Senin (16/11).

Pernyataan tersebut ia ungkapkan ketika memberi paparan dalam webinar Moya Institute yang bertajuk ‘Momentum Hari Pahlawan: Peneguhan Kembali Nasionalisme’.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengobarkan semangat masyarakat dengan mengingatkan kembali pada peristiwa Pertempuran Surabaya.

"Berkobarnya Pertempuran Surabaya sebagai wujud penolakan rakyat Indonesia terhadap klaim Sekutu dan Belanda pada Tanah Air kita pasca-kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, hanya bisa terjadi karena rakyat Surabaya digerakkan oleh rasa cinta Tanah Air," ujar Fahri.

Heroisme rakyat Surabaya kala itu, menurut Fahri, sangat luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

2 dari 2 halaman

Berbagai aksi dahsyat dari warga Surabaya kala itu, seperti perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, serta penembakan Brigadir Aubertin Mallaby bisa menjadi referensi bagi bangsa Indonesia di masa kini mengenai betapa bangsa Indonesia di masa lalu sangat berani melawan pihak pemenang dalam Perang Dunia II, karena rasa kebangsaan yang besar.

Bahkan, lanjut Fahri, bukan hanya Perang Surabaya. Berbagai momentum dalam sejarah bangsa ini, seperti lahirnya Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, mengatasi komunisme 1965, dan berbagai momentum sejarah lainnya bisa menjadi prosesi guna memperkuat nasionalisme bangsa ini.

"Termasuk ketika angkatan 1990-an seperti saya mengoreksi penyelewengan oleh rezim Orde Baru pada 1998, sehingga melahirkan era reformasi dan Demokrasi. Begitu banyak momentum dalam sejarah kita yang bisa kita jadikan referensi untuk menunjukkan betapa hebatnya bangsa ini," tutur Fahri.

Fahri mengingatkan, yang tak boleh dilupakan, Indonesia ini adalah satu-satunya negara kepulauan di antara lima besar negara terbesar di dunia.

“Sehingga bangsa ini sangat istimewa dan membutuhkan rasa nasionalisme yang terus menerus dirawat," ucap mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia itu. [rnd]

Baca juga:
Fahri Hamzah Sebut Jokowi Ingin Oposisi Hidup Buat Awasi Menteri
Tanggapi Nyinyiran Fahri Oposisi Memble, PKS Sebut Jadi Oposisi Membangun
PKS Minta Maaf dengan PDIP, Fahri Hamzah Sindir Lagi Oposisi Memble
Oposisi Dianggap Lemah, Demokrat Sebut Karena Pengkritik Kerap Ditindak
Demokrat Maknai Kritik Fahri Hamzah: Oposisi Dibungkam dan Tak Diberi Ruang

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Fahri Hamzah
  3. Partai Gelora
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini