Fahmi Idris Tak Setuju Ketum Golkar Dipilih Aklamasi di Munas

Selasa, 19 November 2019 16:04 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Fahmi Idris Tak Setuju Ketum Golkar Dipilih Aklamasi di Munas fahmi idris di jenggala center. ©2019 Merdeka.com/genantan

Merdeka.com - Politikus Senior Partai Golkar, Fahmi Idris tidak setuju jika pemilihan caketum Golkar di Munas dilakukan secara aklamasi. Fahmi lebih setuju para kader bebas memilih kandidat ketua umum Golkar.

"Saya termasuk yang kurang setuju kepada aklamasi. Biarkan saja siapa memilih calonnya dan bebas saja. Saya yang kurang setuju. Tapi kan saya tidak bisa menentang," kata Fahmi di Jenggala Center, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).

1 dari 1 halaman

Airlangga dan Bamsoet Punya Kemampuan

Fahmi enggan komentar lebih jauh apakah kubu Airlangga menjalankan skenario aklamasi. Menurutnya, tiap calon punya strategi masing-masing.

"Kalau ada yang beranggapan begitu tanyakan saja kepada dia (Airlangga) dan ya kemungkinan juga benar. Sebaliknya dari pihaknya saudara Bamsoet berpikir yang sama mengenai hal itu," ucapnya.

Menurutnya, Airlangga dan Bamsoet punya kompetensi memimpin partai beringin dan memiliki konsep memajukan Golkar.

"Kedua-duanya punya konsep itu untuk memajukan Golkar, yang saya perhatikan selama ini. Di samping itu keduanya juga punya kemampuan untuk memajukan partai Golkar," tandas Fahmi. [rnd]

Baca juga:
Golkar Sebut Ketum Parpol Jabatan Sosial, Tak Masalah Rangkap Jadi Menteri
Bamsoet Sudah Dapat Ketua MPR, Kok Airlangga Dibilang Langgar Kesepakatan?
Golkar Disebut Disetir Pihak Luar, Kubu Airlangga Tegaskan 'Kami Entitas Mandiri'
Aklamasi Dinilai Cuma Untungkan DPD I Golkar, DPD II Bakal Gigit Jari
Pontjo Sutowo Panggil Dua Calon Ketum Golkar
UU Kementerian Negara: Menteri Dilarang Rangkap Jabatan Ketum Parpol!

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini