Fadli Zon Tegaskan Dalang Hoaks Surat Suara Tercoblos Bukan Relawan Prabowo

Rabu, 9 Januari 2019 13:36 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon Tegaskan Dalang Hoaks Surat Suara Tercoblos Bukan Relawan Prabowo Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Polisi menangkap dalang penyebar hoaks tujuh kontainer yang berisi surat suara tercoblos di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Oknum tersebut bernama Bagus Bawana Putra (BBP) yang disebut sebagai salah satu relawan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Hal itu menuai respon dari Anggota Dewan Pengaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon. Kata dia, nama pelaku tidak terdaftar dalam relawan Prabowo-Sandi.

"Saya kira tidak ada tuh dari relawan kami yang terdaftar atas nama itu atau organisasinya. Jadi dalam soal-soal yang seperti itu ya kita juga berharap ada informasi yang akurat gitu ya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/1).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini meminta agar tak ada informasi yang direduksi atau sengaja untuk menarget oposisi dengan isu-isu yang ia anggap tidak benar.

"Jangan kemudian mereduksi itu atau menarget itu sebagai bagian dari tim kami. saya kira tidak ada dari yang sudah kita telusuri tidak ada terdaftar atas nama itu," ujarnya.

Fadli mengatakan, selama ini pihaknya cenderung sering dirugikan dengan pemberitaan-pemberitaan bohong. Karena itu dia berharap hukum di Indonesia tak lagi tumpul ke pemerintah tetapi tajam ke oposisi.

"Hal termasuk isu-isu penegakan hukum terkait hoaks ini itu selalu tumpul kepada pihak yang dianggap dekat dengan penguasa, tapi begitu tajam terhadap oposisi atau terhadap yang kritis terhadap kepada pemerintah," ucapnya.

Diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dalang penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku diketahui berinisial BBP.

Hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, tersangka sengaja mempersiapkan hoaks dan disebar ke masyarakat.

"Kami mendeteksi bahwa suara yang beredar tersebut kita yakini tersangka BBP, tersangka memposting tulisan, rekaman audio di beberapa plafon di WA grup, di media sosial, dan setelah itu viral tersangka menutup akunnya dan membuang handphone-nya," kata Direktur Tipid Siber Brigjen Rachmad Wibowo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini