Fadli Zon Tantang Jokowi Buktikan Soal Konsultan Asing

Senin, 4 Februari 2019 13:39 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Fadli Zon Tantang Jokowi Buktikan Soal Konsultan Asing Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon membantah jika Capres Prabowo Subianto menggunakan jasa konsultan asing. Fadli pun menantang Capres Jokowi membuktikan ucapannya adanya timses memakai jasa konsultan asing.

"Ya enggak ada (konsultan) itu kan fitnah bisa kita laporkan itu. Kalau betul ada satu pernyataan seperti itu, kita periksa, kita kaji, bisa kita laporkan. Karena itu jelas fitnah dan hoaks. Enggak ada pakai konsultan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).

Fadli juga angkat bicara soal pernyataan Capres Joko Widodo yang menyebut ada timses menggunakan propaganda ala politik Rusia yang kerap menebar hoaks. Menurut politisi Partai Gerindra ini, pernyataan itu mengarah kepada timses Prabowo-Sandiaga.

"Rusia apalagi, Jokowi bilang propaganda Rusia, tapi tidak secara langsung menuduh BPN Prabowo Sandi sih. Seorang capres yang kebetulan seorang presiden itu harus hati-hati menyebutkan nama sebuah negara," ujar Fadli.

Fadli Zon menilai, pernyataan Jokowi bisa menimbulkan gejolak hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Rusia. Menurutnya, tidak bisa sembarangan menyebut nama negara.

"Kecuali dia betul betul mempunyai bukti yang sahih atau nyata. Jadi jangan membuat hoaks fitnah utk mengerek elektabilitas," lanjutnya.

"Kalau bapak merasa enggak ada propaganda Rusia di masa kampanye ini? propaganda apa? coba sebutkan propaganda apa. Maksudnya apa sih saya enggak ngerti teori dari mana," tukasnya.

Fadli ingin pembisik Jokowi belajar tentang komunikasi dan bukan sekadar halusinasi dengan pernyataan yang tidak berdasar. "Penasihat Jokowi mesti belajar lagi komunikasi. Jangan nanti garbage in garbage out. Masuk sampah keluar sampah. Itu udah halusinasi tuh dengan teori teori itu. Kita terang benderang tidak ada yang dirahasiakan. kita melakukan kompetisi secara terbuka. Bahkan kami berada di pihak yang dibatasi segala sesuatunya," tandasnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menginginkan kontestasi Pilpres 2019 diisi dengan cara berpolitik yang mendidik dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat.Namun kenyataan saat ini justru sebaliknya. Hoaks dan fitnah bertebaran di media sosial.

Menurut Jokowi, banyaknya hoaks yang bertebaran di medsos karena adanya tim sukses yang melakukan propaganda ala politik Rusia. Propaganda itu disebut untuk menyebarkan fitnah dan hoaks kepada masyarakat.

"Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan," ucap Jokowi.

Sementara, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan maksud Jokowi. Menurutnya, Jokowi menegaskan bahwa tak pernah minta bantuan dengan pihak asing. Hasto pun menuding capresPrabowo Subianto yang kerap pakai jasa konsultan asing sejak Pilpres 2009.

"Kalau kita lihat seluruh originalitas kepemimpinan Pak Jokowi kan percaya kekuatan pada kekuatan sendiri. Sejak tahun 2009 kita tahu Pak Prabowo itu didampingi oleh konsultan asing dan saya menjadi saksi terhadap hal tersebut," kata Hasto di Gedung Joang '45, Jl Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat, Minggu (3/2). [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini