Fadli Zon sebut Prabowo penentu pencalonan Anies, bukan Jusuf Kalla

Jumat, 5 Mei 2017 14:13 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Fadli Zon sebut Prabowo penentu pencalonan Anies, bukan Jusuf Kalla Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pihak yang berperan besar dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta. Meski JK turut andil mengusulkan Anies, kata Fadli, keputusan soal dicalonkannya Anies dan Sandiaga Uno tetap ada di tangan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri serta Presiden PKS Sohibul Iman.

"Saya ini saksi hidup. Bahwa peran Pak Prabowo yang paling menentukan. Bersama dengan pimpinan PKS. Karena tidak mungkin diusung tanpa Gerindra dan PKS," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/5).

Sebelum dicalonkan, Anies-Sandiaga sudah membuat perjanjian dengan partai pengusung. Isinya, Anies-Sandi wajib berkonsultasi dengan Gerindra-PKS terkait keputusan-keputusan strategis jika terpilih menjadi pimpinan Ibu kota.

"Karena itu ada kesepakatan bersama termasuk di dalam hal strategis kita harapkan juga Gubernur dan Wakil Gubernur berkonsultasi kepada partai pengusung. Ada itu perjanjiannya," terangnya.

Fadli mengklaim dirinya juga salah satu pihak yang mendorong Anies ke Gerindra dan PKS selain JK. Diskusi untuk mencari sosok Gubernur DKI Jakarta pendamping Sandiaga pun berjalan alot dan panjang.

"Orang yang termasuk ikut mendorong pak Anies, hari Rabu malam saya yang telepon. Kamis pagi ketemu dan Jumat sudah diumumkan. Jadi kita maraton berdiskusi," klaim Fadli.

Kendati demikian, Fadli tidak membantah dukungan dari JK terhadap Anies cukup berarti bagi partai pengusung. "Tapi bahwasanya Pak JK mendukung, ya kita waktu itu mengharapkan dukungan dari mana-mana," tandasnya.

Saat detik terakhir penutupan pendaftaran bakal calon gubernur, sebenarnya Gerindra dan PKS ingin merapat bersama poros Cikeas untuk mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sandiaga Uno. Sebab, kala itu Gerindra dan PKS belum melirik Anies. Sayangnya, hal tersebut gagal karena poros Cikeas memilih menduetkan Agus dan Sylviana Murni.

"Malah tadinya kita mau buat satu front, tapi tidak mungkin. Karena saudara Agus dan Sylvi sudah mendeklarasikan lebih awal," pungkas Fadli. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini