Fadli Zon sebut Prabowo belum deklarasi capres karena waktu masih panjang

Kamis, 8 Maret 2018 15:58 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo hingga kini belum menjawab permintaan kader untuk mendeklarasikan diri menjadi calon presiden di Pemilu 2019 mendatang. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan alasan Prabowo belum memberikan jawaban karena tahapan Pemilu Presiden masih cukup lama.

"Itu alasannya sederhana karena waktunya masih panjang. Kalau waktunya besok, nanti sore kita deklarasikan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/3).

Fadli mengatakan pengurus DPD Partai Gerindra di daerah-daerah akan kembali menyampaikan aspirasi meminta Prabowo segera memutuskan maju menjadi calon presiden. Bahkan, pengurus DPD akan mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden pekan depan.

"Jadi mulai minggu depan daerah-daerah mereka menyampaikan aspirasinya deklarasi-deklarasi di sejumlah daerah. DPD-DPD melakukan deklarasi, kemudian ya mudah-mudahan dalam waktu dekat saya kira," terangnya.

Setelah mendeklarasikan calon presiden, Gerindra baru akan membicarakan calon wakil presiden bersama partai-partai koalisi. Kriteria calon wakil presiden harus bisa menaikkan elektabilitas calon presiden dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

"Pendamping nanti akan dibicarakan dengan partai koalisi ya tentu orang yang disepakati bersama dan mempunyai elektabilitas yang tinggi dan bisa memenangkan pertarungan di Pilpres 2019," ujar Fadli.

nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo disebut-sebut sebagai sosok yang layak mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Bahkan, PKB menawarkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai pendamping Prabowo.

Partai Gerindra, kata Fadli, akan menampung sejumlah nama yang diusulkan menjadi calon wakil presiden Prabowo. Fadli menegaskan, calon wakil presiden bagi Prabowo akan didiskusikan bersama partai-partai koalisi.

"Oh bisa kita bicarakan. Mengenai cawapres itu kan subject to approval dari partai koalisi," tegas dia. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini