Fadli Zon Sebut Pemerintah Wajib Pulangkan WNI Eks Simpatisan ISIS

Rabu, 5 Februari 2020 14:47 Reporter : Supriatin
Fadli Zon Sebut Pemerintah Wajib Pulangkan WNI Eks Simpatisan ISIS Wakil Ketua DPR Fadli Zon. ©2019 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban melindungi setiap warganya, termasuk WNI eks simpatisan ISIS. Ini terkait rencana pemerintah memulangkan 600 WNI mantan pengikut ISIS dari Timur Tengah ke Indonesia.

"Pemerintah punya kewajiban lindungi tiap warga negara. Kalau mereka ibaratnya tersesat karena doktrin tertentu seperti ISIS, ya harus dikembalikan karena mereka jadi korban propaganda ISIS," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (5/1).

Menurutnya, pemerintah harus memfasilitasi WNI eks anggota ISIS yang ingin kembali ke Indonesia. Pemerintah tidak boleh mengabaikan apalagi menyudutkan WNI tersebut.

Meski demikian, pemerintah diminta mempersiapkan secara matang prosedur pemulangan WNI eks simpatisan ISIS.

"Tentu ada protokol yang harus dijalani, semacam interogasi. Mereka harus dilihat apa yang terjadi, kronologi seperti apa, dibriefing kembali sebagai warga negara," ujar politikus Gerindra itu.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Diminta Kaji Kembali Rencana Pulangkan WNI Eks Anggota ISIS

Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani meminta pemerintah melakukan kajian mendalam soal rencana memulangkan WNI eks simpatisan ISIS dari Timur Tengah ke Indonesia. Salah satu hal yang perlu diperhatikan serius yakni mekanisme penanganan WNI pasca pemulangan.

"Misalnya saja di mana WNI tersebut akan dikarantina, siapa yang akan bertanggung jawab melakukan program deradikalisasi dan observasinya, berapa lama program itu akan dilakukan, bagaimana kesiapan anggarannya, serta siapa yang akan mengawasi pasca pembauran kembali dengan masyarakat," kata Christina.

Dia memandang penting pemerintah mengkaji lebih jauh prosedur penanganan WNI eks kombatan ISIS setelah tiba di Tanah Air. Pasalnya, tak ada alat ukur yang akurat untuk memastikan tingkat radikal para WNI tersebut.

"Kita ketahui bersama tidak terdapat suatu alat ukur yang pasti atas virus ideologi yang bisa menjadi parameter penilaian untuk mengukur tingkat radikal seseorang," jelasnya.

Christina juga mendorong pemerintah menyampaikan secara terbuka kepada publik langkah-langkah apa saja yang diambil untuk memulangkan WNI eks simpatisan ISIS.

"Guna mendapatkan tanggapan dan masukan, mengingat potensi dampaknya yang besar bukan saja bagi keamanan negara tetapi juga bagi upaya perlindungan ratusan juta WNI dari paparan ideologi radikalisme," pungkasnya. [fik]

Baca juga:
ICMI Minta Pemerintah Tes Dulu WNI Pengikut ISIS Sebelum Dipulangkan
DPR Soal Pemulangan WNI Eks ISIS: Perlu Reideologi dan Mengikuti Bela Negara
Demokrat Dukung Rencana Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS ke Indonesia
PKS Minta Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Tangani WNI Eks Simpatisan ISIS
Mahfud MD Sebut Pemerintah Bisa Tidak Pulangkan 600 WNI Eks ISIS
Polri Kawal Rencana Pemulangan 600 WNI Eks ISIS ke Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini