Fadli Zon Beri Saran pada Jokowi & Minta Mendag Tanggung Jawab Kasus Ekspor Minyak

Kamis, 21 April 2022 16:18 Reporter : Ahda Bayhaqi
Fadli Zon Beri Saran pada Jokowi & Minta Mendag Tanggung Jawab Kasus Ekspor Minyak Fadli Zon. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo akan rugi jika masih mempertahankan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Setelah kelangkaan minyak goreng menjadi polemik, anak buah Lutfi Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag ditangkap Kejaksaan Agung karena korupsi ekspor crude palm oil (CPO)

"Kalau ada pembantu presiden yang dianggap tidak cakap di dalam bidangnya dan meresahkan sebenarnya merugikan presiden sendiri jadi harusnya presiden mencari orang yang pas yang lebih cocok yang lebih profesional yang bisa menangani hal ini," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4).

Dia mengingatkan, saat yang baru kelihatan bermasalah adalah minyak goreng. Belum komoditas lain. Maka itu, bila Mendag Lutfi masih dipertahankan justru merugikan Presiden Joko Widodo.

"Ini baru minyak goreng, belum lagi komoditas lain ada lagi kedelai bisa gula bisa yang lain-lain jadi saya kira ini merugikan presiden sendiri kalau dipertahankan," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR ini mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang mengusut korupsi ekspor sawit di Kemendag. Ia enggan berspekulasi bila kasus ini akan sampai terungkap keterlibatan menteri.

Namun, Fadli menyarankan Mendag Lutfi sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban karena Dirjennya korupsi.

"Kan harusnya secara moral bertanggungjawab. Mendag harusnya secara moral bertanggungjawab dong ada dirjen yang kena," katanya.

"Kalau di luar negeri sih sudah mundur tapi kan kita di sini enggak ada istilah mundur gitu," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Mendag Lutfi Buka Suara soal Kasus Ekspor Minyak Sawit

Menteri Perdagangan M. Lutfi akhirnya buka suara soal penetapan tersangka Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Pejabat Kemendag itu jadi tersangka dugaan gratifikasi pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) serta turunannya yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan resminya, Lutfi mengatakan menghormati proses hukum minyak goreng yang tengah berjalan. Dia menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk membantu proses hukum manakala dibutuhkan oleh penyidik Kejagung.

"Kemendag siap memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum," kata Lutfi dalam siaran youtube Kementerian Perdagangan (Kemendag) dikutip merdeka.com, Rabu (20/4).

Ia berharap proses hukum berjalan dengan baik dan lancar. "Kami menghormati proses hukum ini dan berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik."

Berikut pernyataan lengkap Mendag Lutfi:

"Menanggapi pernyataan Kejaksaan Agung terkait dugaan gratifikasi atau suap pemberian izin ekspor minyak goreng yang melibatkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, kami menyatakan dengan tegas, Kemendag tetap dan terus mendukung proses hukum yang tengah berjalan saat ini.

Kemendag juga siap memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum. Tindakan korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat. Kami juga telah menginstruksikan jajaran Kemendag untuk membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung. Kami menghormati proses hukum ini dan berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik." [fik]

Baca juga:
Kasus Ekspor CPO, Kejagung Periksa Direktur Ekspor Pertanian dan Kehutanan Kemendag
Sederet Upaya Satgas Pangan Polri Tangani Masalah Kelangkaan Minyak Goreng
Mendag Lutfi Buka Suara soal Kasus Ekspor Minyak Sawit Seret Dirjen Daglu Indrasari
DPR Desak Pengusutan Kasus Minyak Goreng Tak Berhenti di Pejabat Kemendag & 3 Swasta
Menperin: Kasus Ekspor Minyak Sawit Tak Berkaitan dengan Minyak Goreng Curah Subsidi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini