Elite PKS kaget pasca Munas ada perombakan besar-besaran di internal

Sabtu, 7 November 2015 10:16 Reporter : Supriatin
Elite PKS kaget pasca Munas ada perombakan besar-besaran di internal Mukernas PKS. ©handout/Humas DPP PKS

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) telah merombak kepengurusan di internal partainya usai Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Depok, Jawa Barat beberapa bulan lalu. Presiden PKS periode 2015-2020, Muhammad Sohibul Imam kini juga tengah mempertimbangkan perubahan anggota Fraksi PKS di DPR.

Beredar kabar bahwa terpilihnya Sohibul Imam menjadi Presiden PKS sebagai pengganti Anies mata merupakan tanda PKS akan kembali ke misi awal yaitu partai dakwah. Era kepemimpinan Anis Matta, PKS disebut-sebut sebagai partai dakwah yang beralih ke partai politik.

Menanggapi hal ini, Wakil Sekjen PKS, Mardani Ali Sera mengaku kaget saat dilakukan perombakan secara besar-besaran di internal PKS pasca Munas ke-4. Menurutnya, perombakan komposisi semata atas kuasa Majelis Syura.

"Kami juga terkejut dengan perubahan yang ada. Tapi kami juga gembira karena eksperimen kami sekarang good party goverment," ujar Mardani saat diskusi dengan topik 'Partai Dakwah Sedang Berbenah' di Jalan Gereja Teresia nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Mardani menegaskan, yang terpenting bagi kader-kader PKS saat ini yaitu memahami dan mendalami Anggaran Dasar/Anggaran Dasar Rumah Tangga partai. Persoalan perubahan komposisi merupakan sebuah penyegaran partai.

Menurutnya, ada hal yang perlu dicatat oleh publik yakni PKS mengharamkan adanya money politic. Hal ini, imbuh dia, sudah ditegaskan oleh Presiden PKS, Sohibul Imam.

"Sohibul Imam sudah mengatakan, haram hukumnya ada money politic di internal PKS," tegas Mardani.

Diketahui, usai dilantik sebagai Presiden PKS, Sohibul Iman langsung melakukan perubahan dengan mengembalikan slogan partai ke posisi awal 'bersih, peduli, dan profesional' yang sebelumnya pernah diganti Anis dengan slogan 'cinta, kerja dan harmoni' saat partai ini diterpa isu korupsi mantan presiden sebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. PKS
  2. Munas PKS
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini