Elektabilitas Jokowi turun 1,2%, Prabowo 0,2% usai deklarasi Cawapres

Senin, 3 September 2018 16:29 Reporter : Merdeka
Elektabilitas Jokowi turun 1,2%, Prabowo 0,2% usai deklarasi Cawapres Prabowo gandeng tangan Jokowi. ©Istimewa

Merdeka.com - Tiga minggu setelah didaftarkan ke KPU, elektabilitas pasangan bakal capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul jauh dari pesaingnya, Prabowo-Sandiaga. Hal itu tertuang dalam hasil survei terbaru yang dilakukan Surveyor Y-Publica.

"Hasil survei kami mencatat, pasangan Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin mendulang persentase 52,7 persen, ketimbang Prabowo-Sandiaga yakni 28,6 persen. Namun yang mengatakan tidak tahu atau belum menjawab, masih cukup tinggi sebesar 18,7 persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono saat jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/9).

Menurut Rudi, hasil survei tersebut menurun ketimbang survei Jokowi dan Prabowo sebelum deklarasikan sosok wakilnya. Munculnya nama wakil, dinilai Rudi sebagai penyebab utama turunnya elektabilitas keduanya.

"Jadi jika Pak Jokowi saja, itu 53,9 persen, dan Pak Prabowo saja 28,8 persen. Menurunnya angka ini karena publik merasa wakil dipilih, dirasa kurang cocok," jelas Rudi.

Jika dihitung, penurunan elektabilitas Jokowi sebesar 1,2 persen. Sementara Prabowo alami penurunan 0,2 persen.

Kekecewaan publik, lanjut Rudi, dihasilkan dari nama kedua sosok pendamping tersebut tidak pernah dimunculkan dalam bayangan atau tidak terprediksikan sebelumnya. Nama-nama santer seperti Mahfud MD, Anies Baswedan, dan Agus Yudhoyono.

"Jadi Cawapres mendegradasi, karena kedua nama itu tidak pernah masuk bursa, karena keduanya tak pernah diharapkan sebelumnya oleh publik. Publik merasa pilihan itu tidak ideal makanya hasilnya turun usai mereka dipasangkan," beber Rudi.

Sebagai informasi, survei menjangkau 1200 koresponden di seluruh Indonesia. Menggunakan metode multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan dilakukan selama 13-23 Agustus 2018. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini