Elektabilitas Ganjar Melejit di Survei, PDIP Sebut Gambaran Pilpres 2024

Rabu, 30 Desember 2020 08:20 Reporter : Ahda Bayhaqi
Elektabilitas Ganjar Melejit di Survei, PDIP Sebut Gambaran Pilpres 2024 Ganjar Pranowo. ©2019 Instagram dan Youtube

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah dan politikus PDIP Ganjar Pranowo menempati urutan teratas dalam survei elektabilitas calon presiden SMRC. Menanggapi hal itu, politikus PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, proses pencapresan masih jauh.

PDIP akan memutuskan mendekati tahun Pemilu. Namun, menurutnya, survei SMRC memberikan gambaran siapa yang kira-kira bakal bertarung di Pilpres 2024.

"Karena selama ini proses pencapresan dari PDIP itu pasti diputuskan menjelang hari H. Jadi saya kira masih sangat jauh," kata Andreas mengomentari hasil survei SMRC seperti dikutip dari siaran YouTube pada Rabu (30/12).

"Tapi hasil ini memberikan gambaran ke depan seharusnya seperti apa baik ke dalam atau buat publik," jelasnya.

SMRC mencatat hasil elektabilitas calon presiden 2024 dengan pertanyaan semi terbuka. Lima tokoh dengan elektabilitas tertinggi adalah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (15,7%), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (14,9%), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (11%), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (7,9%), dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,1%).

Andreas mengkategorikan menjadi dua figur yang muncul dalam survei ini. Yaitu mereka yang memiliki modal Pilpres sebelumnya, Prabowo dan Sandiaga. Serta tokoh yang dianggap bekerja oleh publik yaitu para kepala daerah seperti Ganjar, Anies, dan Ridwan Kamil.

Andreas menilai hasil survei SMRC ini menjadi gambaran siapa saja yang bakal bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

"Memang kelihatan dari hasil survei menunjukkan menuju 2024 kira-kira sudah punya gambaran. Peta politik dan peta dukungan sudah gambaran bahwa ya peta politik dan peta dukungan mengarah pada figur tertentu," kata anggota Komisi X DPR RI ini.

Meski begitu, para tokoh ini masih punya tantangan perlu mempertahankan kinerjanya supaya lancar hingga 2024. Serta masih ada ambang batas presiden yang bisa menjadi halangan untuk melaju di pertarungan Pilpres 2024.

"Kita harap dengan kerja serius mereka-mereka yang ada di nominasi papan atas pencapresan ini meskipun masih sangat pagi tapi ruang yang mereka miliki akan diputar terus, dalam waktu ke depan muncul figur baru yang akan meramaikan situasi menuju tahun 2024," kata Andreas.

Survei SMRC ini dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden pada 23-26 Desember 2020. Sebanyak 1202 responden dipilih dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC dengan jumlah proporsional menurut provinsi. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini