Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Eep Saefulloh mengaku jadi konsultan Jokowi-JK tanpa bayaran

Eep Saefulloh mengaku jadi konsultan Jokowi-JK tanpa bayaran Eep Saefullah fatah. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mengaku sudah mendapat persetujuan menjadi konsultan politik Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi - JK) di Pilpres 2014. Bahkan, pria yang lebih dikenal sebagai pengamat politik ini mengatakan, pihaknya membantu pemenangan pasangan itu tanpa bayaran.

"Saya dan PolMark akan kaya raya karena Pilpres 2014? Aamiin. Tetapi, insya Allah tanpa bermaksud menyombongkan diri, untuk menghindari fitnah, saya kabarkan bahwa saya dan PolMark membantu Jokowi - JK probono, free of charge tanpa bayaran," kata Eep lewat akun Twitter-nya, kemarin.

"Kami tak memungut retainer fee dan success fee sepeser pun, tapi memobilisasi sepenuhnya resources PolMark Indonesia, bsama pihak-pihak lain," imbuh Eep.

Eep mengatakan, dia juga tidak bertransaksi dengan cara lain dengan pasangan Jokowi-JK, seperti meminta jabatan jika pasangan tersebut menang.

"Tidak ada transaksi sama sekali. Saya tak menuntut apa-apa. Kok bisa? Tentu saja bisa! Sebab, saya adalah warga negara yang berhak punya keinginan tentang pemimpin macam apa yang selayaknya pimpin Indonesia. Begitu pula kawan-kawan yang bekerja di PolMark," ujarnya.

Eep bercerita, kesepakatan membantu pemenangan Jokowi - JK ini berawal saat bertemu empat mata dengan sang capres.

"Saya tegaskan tak akan membantu pihak lain karena sebagai warga negara yang mandiri saya memutuskan untuk memilih Jokowi , bukan kandidat lain (waktu itu cawapres belum ditentukan)," kata pengajar Pascasarjana FISIP UI ini.

Terlebih, kata Eep, di Pilgub DKI Jakarta 2012, dia dan PolMark Indonesia sudah membantu Jokowi dan sudah merasa kenal dan percaya pada kemampuan dan integritasnya.

"Saya dan Mas Jokowi 'bersalaman' pada saat itu. Lalu, Pak JK ternyata ditetapkan sebagai cawapres. Maka saya dan PolMark Indonesia makin merasa nyaman karena kami percaya sebagaimana Jokowi , JK punya kemampuan dan integritas yang terjaga sebagai pemimpin," ujarnya.

"Maka selepas Pileg 2014, saya 'bersalaman' dengan JK baik langsung maupun dengan Mas Ihin, putranya. Resmilah PolMark terlibat," kisahnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Jokowi Gelar Rapat Persiapan Perpindahan ASN ke IKN
Jokowi Gelar Rapat Persiapan Perpindahan ASN ke IKN

Untuk kementeriannya, AHY belum bisa menyimpulkan berapa banyak ASN yang akan dipindahkan ke IKN.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jokowi Serahkan Bantuan Pangan di Maros
Jokowi Serahkan Bantuan Pangan di Maros

Bantuan tersebut sebagai upaya menghadapi kenaikan harga beras.

Baca Selengkapnya
Jokowi: Kinerja BPKP Bukan Untuk Cari Kesalahan, Justru Mencegah Penyimpangan
Jokowi: Kinerja BPKP Bukan Untuk Cari Kesalahan, Justru Mencegah Penyimpangan

Tugas BPKP bukan untuk mencari-cari kesalahan instansi

Baca Selengkapnya
Jokowi Bertemu Surya Paloh: Saya ingin Jadi Jembatan untuk Semua
Jokowi Bertemu Surya Paloh: Saya ingin Jadi Jembatan untuk Semua

Jokowi menegaskan, salah satu isi pertemuan dengan Surya Paloh adalah pembicaraan mengenai politik.

Baca Selengkapnya
Beda Gaji PNS dan PNS 'Part Time', Lebih Besar Mana?
Beda Gaji PNS dan PNS 'Part Time', Lebih Besar Mana?

Mana lebih besar antara gaji PNS dan gaji PPPK atau biasa disebut PNS 'part time'

Baca Selengkapnya
Jokowi soal Pabrik Sepatu Bata Tutup: Mungkin Kalah Saing dengan Barang Baru
Jokowi soal Pabrik Sepatu Bata Tutup: Mungkin Kalah Saing dengan Barang Baru

Jokowi juga menduga pabrik sepatu bata tutup karena kurang efisiensi.

Baca Selengkapnya
Reaksi Jokowi Soal Agus Rahardjo Dilaporkan ke Bareskrim Usai Bilang Intevensi Kasus e-KTP
Reaksi Jokowi Soal Agus Rahardjo Dilaporkan ke Bareskrim Usai Bilang Intevensi Kasus e-KTP

Menurut Faisal, apa yang disampaikan oleh Agus Rahardjo tidak disertai dengan bukti-bukti otentik dan berdasarkan fakta-fakta hukum.

Baca Selengkapnya