Edhy Tertangkap Korupsi, Gerindra Ubah Formasi?

Jumat, 11 Desember 2020 10:40 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Edhy Tertangkap Korupsi, Gerindra Ubah Formasi? Edhy Prabowo Kembali Diperiksa KPK. ©2020 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Partai Gerindra syok mendengar salah satu kader terbaiknya, Edhy Prabowo ditangkap KPK. Edhy terjerat operasi tangkap tangan lembaga antirasuah karena diduga terima duit miliaran rupiah dari hasil suap ekspor benih lobster atau benur.

Dengan tangan diborgol, Kamis 26 November dini hari, Edhy Prabowo keluar dari dalam Gedung KPK. Menggunakan masker, menghadap ke tembok, Edhy dipertontonkan KPK sebagai tersangka kasus suap ekspor bayi lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Edhy merupakan petinggi Partai Gerindra.

Penangkapan Edhy Prabowo membuat internal Gerindra gerah, tak sedikit yang kaget dan kecewa. Bahkan Prabowo marah besar. OTT KPK ini juga membuat agenda pengukuhan struktur lengkap DPP Gerindra periode 2020-2025 pasca kongres Agustus lalu jadi tertunda.

Seorang kader Gerindra mengatakan, struktur baru tadinya akan dikenalkan ke publik bulan ini. Namun karena ada kasus Edhy Prabowo, pengukuhan jadi tertunda.

Dalam lembaran surat DPP Gerindra yang diterima merdeka.com, sudah disiapkan struktur lengkap partai periode 2020-2025. Dalam surat yang diteken Menkum HAM Yasonna Laoly itu, tertulis lampiran keputusan menteri hukum dan HAM, nomor M.HH-19.AH.11.01 Tahun 2020. Tertanggal 17 September 2020.

Di surat itu, masih tercantum nama Edhy Prabowo sebagai wakil ketua dewan pembina dan wakil ketua umum Gerindra.

salinan pengurus gerindra baru
©2020 Merdeka.com/istimewa

Ketua Harian Gerindra, Ahmad Sufmi Dasco mengakui salinan pengurus Gerindra tersebut. Namun dia mengatakan, itu bukan yang didaftarkan ke Kemenkum HAM.

“Ini yang bukan dimasukkan ke kementerian kumham,” kata Dasco saat dihubungi merdeka.com, Kamis (10/12).

Dasco tak menjelaskan, apakah hal ini dikarenakan masih ada nama Edhy atau ada upaya Gerindra untuk mengganti struktur yang sudah diteken Menkum HAM itu.

Padahal pada September lalu, Dasco menyatakan bahwa pengurus baru telah final dan sudah disahkan di Kemenkum HAM.

Setelah ditangkap oleh KPK, Edhy Prabowo memang memutuskan untuk mundur dari kepengurusan partai. Tak hanya itu, Edhy juga langsung mundur dari Menteri KKP.

Dalam salinan kepengurusan baru itu, ada nama Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai anggota Dewan Pembina di urutan ke 66. Jubir Menhan Prabowo Subianto itu mengakui struktur tersebut. Menurut dia, pengenalan struktur sudah lama dilakukan.

Baca Selanjutnya: Ini Formasi Lengkap Gerindra...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini