Dukung Pansus Pemilu 2019, Sandiaga Nilai Sistem KPU Jadul Banget

Kamis, 9 Mei 2019 13:56 Reporter : Merdeka
Dukung Pansus Pemilu 2019, Sandiaga Nilai Sistem KPU Jadul Banget sandiaga uno laporkan dana kampanye pilpres 2019. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menilai usulan dibentuknya panitia khusus atau Pansus Pemilu 2019, adalah hal baik. Pasalnya, KPU dengan dana sebesar Rp 25 triliun untuk penyelenggaraan serentak, masih banyak kekurangan.

"Saya melihat Pemilu 2019 masih banyak sekali yang kita teliti, analisa, karena belum efektif," kritik Sandiaga usai mengisi kuliah umum di Universitas Bakrie, Jakarta, Kamis (9/5).

Bobroknya sistem penyelenggaraan pemilu, secara teknis Sandiaga mencontohkan soal sistem dana kampanye. Mengaku sebagai orang keuangan, Sandiaga selama masa Pemilu terus memberi laporan yang disiapkan dan diserahkan ke pihak KPU.

Kendati faktanya, menurut Sandiaga, KPU masih menggunakan cara lama untuk melakukan input penghitungan. Padahal, nilai Sandiaga, di era digital dan dengan dana digelontorkan harusnya KPU bisa lebih siap dan canggih.

"Bulan per bulan saya berikan laporan walau pun tidak diharuskan KPU, sampai akhirnya KPU sistemnya tak siap, tidak optimal sampai akhirnya laporan itu kami masukan secara manual melalui program excel (seperti) 30 tahun lalu, jadul banget," heran Sandiaga.

Karenanya, Sandiaga ingin kinerja KPU bisa dievaluasi terbuka. Salah satunya lewat dibentuknya Panwas Pemilu. Sehingga, usulan Gerindra dan PKS di paripurna DPR RI kemarin dapat ditindaklanjuti positif.

"Ini untuk kebaikan bangsa harus kita lakukan sebagai perbaikan berkelanjutan atas demokrasi kita," jelas Sandiaga.

Diketahui, usul Pansus Pemilu awalnya dilontarkan oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa, dalam Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.

Usulan didasari dari jatuhnya KPPS yang menjadi korban jiwa usai mengawal Pemilu 2019. Usulan itu kemudian didukung oleh Bambang Haryo Soekartono dari Fraksi Partai Gerindra menyatakan setuju.

Kendati, dua partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga, Demokrat dan PAN memilih tak bersuara. Padahal, perwakilan fraksi mereka turut hadir dalam rapat. Seperti Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan anggota Fraksi PAN, Ali Taher.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini