Dua Alasan Ini Bikin Ridwan Kamil Ditawari Jadi Ketua DPD Parpol di Jabar

Selasa, 23 Februari 2021 12:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Dua Alasan Ini Bikin Ridwan Kamil Ditawari Jadi Ketua DPD Parpol di Jabar Ridwan Kamil. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) disebut diajak partai politik untuk memimpin DPD partai di Provinsi Jabar. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno berpendapat, Emil diincar parpol karena dua hal. Yaitu untuk di usung kembali menjadi gubernur dan kepentingan Pilpres 2024.

"Memang wajar jika Ridwan Kamil ditawari ketua DPD Jabar, Tentunya Ridwan Kamil saat ini sebagai pemain bebas tanpa partai tentu ingin dipartaikan, ingin diikat sebagai salah satu partai politik tertentu," katanya saat dihubungi, Selasa (23/2).

"Tujuannya minimal dua yang saya tangkap, pertama upaya untuk tetap menjadikan Ridwan Kamil sebagai gubernur dua periode di Jawa Barat, yang kedua sebagai jalan panjang menuju 2024 karena harus diakui nama Ridwan Kamil selalu masuk radar survei," sambungnya.

Menurutnya, masyarakat melihat Ridwan Kamil tidak lagi bicara tentang Jawa Barat. Tapi, soal dia sudah layak untuk berkompetisi di Pilpres 2024 dan bersanding dengan tokoh lain.

Seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Tri Rismaharini, hingga Agus Harimurti Yudhoyono. Bahkan, kata dia, Ridwan Kamil disebut sebagai salah satu gubernur atau kepala daerah yang relatif cukup diperhitungkan untuk Pilpres.

"Ini bisa menjelaskan Emil ditawari untuk menjadi ketua DPD Jawa Barat karena posisinya sebagai Gubernur tentu juga powerful kan, justru di situ ada kepentingan politik yang ingin disasar oleh partai yang menawarkan Ridwan Kamil sebagai ketua itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Adi menilai, Emil menolak tawaran sebagai Ketua DPD parpol karena posisi itu tidak menggiurkan. Adi menilai, jika cuma ketua DPD Jabar tidak terlalu penting bagi Emil dengan posisinya sebagai gubernur saat ini.

Kecuali, kata Adi Emil ditawari posisi yang cukup signifikan di DPP pusat. Mungkin dia akan mempertimbangkan untuk masuk ke partai tersebut.

"Karena posisinya bagi Ridwan Kamil kalau sebatas Ketua DPD Jawa Barat tidak terlalu signifikan, tidak terlalu prestisius kecuali sudah pengurus DPP, pengurus inti, pengurus elit yang punya fit of flayer dalam keputusan partai," ucapnya.

"Mungkin akan jadi pertimbangan jadi Ridwan Kamil, dan mungkin Ridwan Kamil juga tidak akan curhat curhat, langsung aja diambil," ucap Adi.

Intinya, lanjut dia, Ridwan Kamil tidak mau terus-terusan levelnya dilihat sebagai kepala daerah. Emil ingin dilihat sebagai orang yang dilihat layak. "Mulai layak dilihat untuk orang yang sudah naik kelas bicaranya nasional, levelnya juga nasional, bukan lagi Jawa Barat," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini