Drama uang mahar belum berakhir, Andi Arief balik kritik keras Bawaslu

Sabtu, 1 September 2018 07:00 Reporter : Syifa Hanifah
Drama uang mahar belum berakhir, Andi Arief balik kritik keras Bawaslu andi arief. merdeka.com

Merdeka.com - Isu mahar politik sebesar Rp 500 miliar yang pernah dilontarkan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief belum reda. Padahal Bawaslu sudah menyampaikan tidak menemukan pelanggaran pemilu terkait dugaan pemberian mahar politik.

Meski sudah ada penegasan dari Bawaslu, drama belum berakhir. Berikut awal isu ini muncul hingga ada kritik keras Andi Arief:

1 dari 4 halaman

Menuding Sandi memberikan mahar Rp 500 miliar

andi arief. merdeka.com

Kasus mahar ini bermulai dari cuitan Andi Arief, dia menuding dipilihnya Sandiaga sebagai pendamping Prabowo lantaran adanya mahar politik sebesar Rp 500 miliar. Mahar politik diberikan Sandi kepada partai koalisi Prabowo yaitu PAN dan PKS. Menurut Andi, masing-masing partai mendapat mahar sebesar Rp 500 miliar. Mahar ini sebagai pengganti calon-calon yang diajukan oleh kedua partai tersebut.

"Soal Mahar ke PKS dan PAN masing-masing Rp Rp 500 miliar ini penjelasan saya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Waketum Demokrat Syarief Hasan, dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamaudin mendapat penjelasan itu (mahar Rp 500 M) langsung dari tim kecil Gerindra Fadli Zon, Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier pada 8 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB," ungkap Andi di akun twitternya @AndiArief__, Sabtu (11/8/2018).

Atas tuduhan tersebut, Sandi angkat suara dengan nada serius. Sandi membantahnya memberikan mahar Rp 500 juta kepada PKS dan PAN. "Perlu digarisbawahi tidak benar!" ujar Sandi waktu itu

2 dari 4 halaman

Dilaporkan Bawaslu

bawaslu. ©2012 Merdeka.com

Walau Sandi sudah membantah, tapi kasus ini tetap berlanjut dan dilaporkan ke Bawaslu oleh LSM Federasi Indonesia Bersatu. Dengan pokok laporan bernomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan presiden dan wakil presiden.

Atas laporan tersebut Bawaslu telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan untuk kasus mahar tersebut. Salah satu saksi yang dipanggil Bawaslu adalah Andi Arief. Andi sendiri adalah saksi kunci dari dugaan isu mahar tersebut.

3 dari 4 halaman

Dugaan mahar Sandi tak terbukti

bawaslu. ©2012 Merdeka.com

Setelah melakukan penyelidikan, Bawaslu memutuskan bahwa tidak ada dugaan pelanggaran Pemilu dalam kasus tersebut. Keputusan ini diambil Bawaslu setelah memeriksa pelapor dan saksi. Namun, ada seorang saksi penting yang tak hadir dalam pemeriksaan.

"Ketidakhadiran Andi Arief memenuhi undangan Bawaslu, menjadikan laporan yang dilaporkan tidak mendapatkan kejelasan terjadinya peristiwa pemberian uang kepada partai PKS dan PAN," kata Ketua Bawaslu Abhan Abhan.

4 dari 4 halaman

Andi tuding Bawaslu pemalas

wasekjen demokrat andi arief. ©2018 Merdeka.com/liputan6.com

Keputasan Bawaslu yang menyatakan dugaan mahar Sandi tidak terbukti, membuat Andi turut berkomentar melalui akun Twitter pribadinya. Dia mengatakan Bawaslu tak serius untuk mengungkapkan kasus tersebut. "Pagi ini saya sampai di Jakarta. Komentar saya: Bawaslu pemalas dan nggak serius," tulisnya.

Andi tiga kali tak hadiri panggilan Bawaslu. Saat itu, mantan stafsus SBY itu mengaku sedang berada di kampung halamannya, Lampung. Menurut Andi, harusnya Bawaslu jemput bola. Jakarta-Lampung hanya satu jam dengan pesawat.

"Kalau jadi komisioner cuma duduk di belakang meja itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor zaman belanda. Untuk apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau soal jarak saja enggak bisa mereka pecahkan. Jakarta Lampung kan hanya urusan 1 jam via pesawat," jelas dia lagi. [has]

Baca juga:
Sekjen PKB dorong polisi ikut bergerak usut dugaan mahar Sandiaga
Disebut pemalas oleh Andi Arief, ini jawaban Bawaslu
Pelapor heran Sandiaga belum diperiksa tapi kasus dugaan mahar disetop
Kubu Jokowi desak Bawaslu transparan soal dugaan mahar politik Sandiaga
Sandiaga bersyukur kasus dugaan mahar politik tak dilanjutkan Bawaslu
Fahri setuju kasus mahar Sandiaga disetop, karena cuma dari bisik-bisik

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini