'Drama-Drama' di KPU saat Rekapitulasi Suara Hasil Pemilu 2019

Selasa, 21 Mei 2019 12:22 Reporter : Desi Aditia Ningrum
'Drama-Drama' di KPU saat Rekapitulasi Suara Hasil Pemilu 2019 Rapat Pleno Rekapitulasi Nasional. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 di 34 provinsi pada Senin (20/5) dini hari. Hasilnya, pasangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin menang dalam Pilpres 2019.

Pasangan calon nomor urut 01 unggul di 21 provinsi sedangkan pasangan nomor urut 02 unggul di 13 provinsi. Data resmi itu telah disahkan, tertanggal Senin 20 Mei 2019, sekitar pukul 24.00 WIB.

Dalam proses rekapitulasi akhir di KPU, sempat diwarnai drama. Peristiwa itu sempat bikin suasana menjadi tegang. Namun tak lama semua berakhir dengan damai. Berikut rangkumannya peristiwa saat penetapan rekapitulasi di KPU hasil Pemilu 2019:

1 dari 3 halaman

Kubu Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pasangan Nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenangan Pilpres 2019. Namun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menolak menandatangani berita acara hasil penghitungan pilpres tersebut.

"BPN 02 menyatakan menolak hasil Pilpres yang telah diumumkan. Penolakan ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan," ujar Saksi BPN Prabowo-Sandiaga, Azis Subekti

2 dari 3 halaman

Gebrak Meja

Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon dengan politikus PDIP sempat bersitegang. Hal itu bermula dari proses politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon yang menyampaikan protes. Jansen menyatakan, banyak masalah yang tidak dapat dituntaskan KPU ataupun Bawaslu.

Dia juga mempermasalahkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diklaimnya menyepelekan masukan para perwakilan partai yang menyampaikan keberatan dalam forum rapat, namun ditanggapi seadanya.

"Jadi tidak tepat bahasa yang mengatakan nanti bawa ke MK, bawa ke MK, kalau ada MK di sini pasti marah sama yang ngomong gitu, kok sedikit-dikit buang ke MK, memang tempat sampah MK ini?!," tegas Jansen.

Mendengar pernyataan Jansen, salah satu perwakilan dari partai pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak terima. Dia meminta agar Jansen berbicara sesuai konteks soal masalah hasil Pileg DPR. Namun demikian, respons perwakilan kubu Jokowi itu justru dibalas pernyataan keras dari Jansen.

"Hei, jangan dipotong aku sedang bicara," ucap Jansen sambil menggebrak meja.

Gebrakan meja itu berbalas dengan gebrakan meja dari pendukung kubu Jokowi-Ma'ruf. Dia meminta Jansen menghormati forum. "Tadi kau pukul meja. Kita hormati forum ini," ucap dia.

3 dari 3 halaman

TKN-BPN Berpelukan

Meski diwarnai ketegangan saat penetapan hasil rekapitulasi, tapi momen sejuk juga terjadi di ruangan KPU. Di mana perwakilan dari saksi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling jabat tangan dan berpelukan.

Mereka adalah I Gusti Putu Artha dari saksi Jokowi, sedangkan dua orang saksi dari Prabowo-Sandi adalah Didik Haryanto dan Aziz. Mereka saling jabat tangan dan berpelukan usai Jokowi ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Momen langka itu seketika membuat suasana menjadi cair. Seisi ruangan nampak gembira melihat perwakilan dari dua kubu 01 dan 02 berpelukan.

  [has]

Baca juga:
BPN Prabowo-Sandi Putuskan Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK
Ini Penyebab Polisi Tetapkan Siaga 1 di Ibu Kota Usai Rekapitulasi KPU
Muhammadiyah Minta Semua Pihak Hormati Hasil Penetapan KPU
Aturan Polri untuk Massa Aksi 22 Mei
Fakta-Fakta Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini