DPR-Polri kompak tepis tudingan MoU pengamanan kompleks parlemen terkait UU MD3

Kamis, 15 Februari 2018 08:40 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
gedung dpr. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - DPR dan Polri menyepakati nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan keamanan di lingkungan kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. Ketua DPR Bambang Soesatyo menepis anggapan kerjasama peningkatan keamanan ini berkaitan dengan implementasi revisi undang-undang MPR, DPR dan DPD (UU MD3).

RUU MD3 sendiri telah resmi disahkan pada Senin (12/2) meski memuat sejumlah pasal yang menuai pro dan kontra. Hasil revisi UU MD3 Nomor 17 tahun 2014 itu dinilai menjadikan DPR sebagai lembaga antikritik dan kebal hukum.

"Kerja sama ini sangat penting kita lakukan untuk meningkatkan marwah lembaga DPR, MPR, dan DPD dalam sisi keamanan. Bukan dalam sisi kritik atau imunitas," kata Bamsoet, panggilan politisi Partai Golkar itu dalam pidatonya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Dia menambahkan, peningkatan pengamanan ini sudah dibahas sejak lama dan dibahas di badan Legislasi (Baleg) DPR.

"Sebenarnya Baleg sudah cukup lama membahas kemanan tentang keamanan di lingkungan DPR," kata dia.

Di temui dilokasi yang sama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menegaskan kerja sama ini tak berhubungan dengan RUU MD3. Menurutnya, pembahasan sistem pengamanan di lingkungan DPR telah bergulir sejak lama antara kedua institusi.

"Ini MoU saya mau jelaskan, penting ya. Tidak ada kaitannya dengan MD3. Ini sudah dibicarakan berapa tahun sebenarnya dari tahun 2003 tentang sistem pengamanan ini. Kalau MD3 kan barusan," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, berdasarkan kasus kasus yang terjadi 2003 dan beberapa peristiwa lain, membuat pengamanan perlu ditingkatkan. Sehingga sejak 2004, di kompleks parlemen memiliki sistem pengamanan yang lebih baik dan ada pengamanan khusus.

"Tahun 2003 disini pernah ada ledakan bom yang saat itu ketua timnya saya, dan kita ungkap saat itu dari pengalaman kasus bom itu kita evaluasi sisi pengamannya ternyata banyak sekali kelemahan. Pelaku bisa masuk dari banyak pintu yang tidak dijaga. Bahkan antara gedung di ruangan ruangan ini antar lift di lingkungan ini, antar level, antar lantai itu semua bebas orang untuk masuk," kata Tito.

Dalam Mou itu turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO), Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Taufik Kurniawan dan Fahri Hamzah, Ketua Fraksi di DPR, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis beserta jajaran Polri lainnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. DPR
  2. Polri
  3. Jakarta
  4. Bambang Soesatyo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini