DPD Golkar Sumut: Munas Jangan Dimajukan Atau Dimundurkan

Senin, 17 Juni 2019 11:16 Reporter : Merdeka
DPD Golkar Sumut: Munas Jangan Dimajukan Atau Dimundurkan kampanye akbar partai golkar di istora senayan. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengingatkan, masa periode kepengurusan DPP 2014-2019, akan berakhir di bulan Desember. Sehingga itu harus disesuaikan

"Jadi terkait soal pelaksanaan Munas, DPD PG Sumut taat terhadap konstitusi dan jadwal Munas yang memang harus dilaksanakan di akhir masa bhakti, tidak dimajukan dan tidak pula diundur," ucap Ahmad Doli kepada Liputan6.com, Senin (17/6).

Dia menuturkan, yang paling penting adalah Munas akan datang itu harus menjadi media untuk melakukan evaluasi secara sungguh-sungguh terhadap apa yang dialami partai selama satu periode ke belakang yang sangat penuh dengan dinamika dan cobaan, termasuk terkait hasil Pemilu 2019.

"Evaluasi secara komprehensif, melibatkan bukan saja DPP sebagai penanggung jawab tertinggi, tetapi juga tanggung jawab dari seluruh stake holder partai, para pimpinan DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, juga dari para Caleg," jelas Ahmad Doli.

Sehingga, lanjut dia, Munas jangan dan bukan hanya melulu soal kontestasi perebutan jabatan Ketua Umum saja. Harus dibangun kesadaran baru untuk tidak mengulangi apa yang terjadi dalam 5 tahun terakhir.

"Serta mensyukuri, bahwa dengan situasi sulit yang dialami itu, Golkar masih bisa meraih hasil 85 kursi, jumlah kursi kedua terbesar di DPR RI. Kesadaran baru itulah yang akan bisa membatasi dan mengeluarkan Golkar dari trauma dan ribut-ribut soal masa lalu," kata Ahmad Doli.

Menurut dia, yang dibutuhkan adalah bicara proyeksi ke depan. Dalam kontestasi perebutan jabatan Ketua Umum pun, berharap para calon seharusnya lebih banyak mengedepankan penyampaian visi baru, misi baru, dan program baru untuk memenangkan Golkar di Pemilu 2024.

"Bukan terjebak dan mundur melihat ke belakang dengan polemik mencari-cari salah orang per orang. Dengan catatan seperti itu, siapa saja dipersilakan untuk maju menjadi Calon Ketua Umum," tutur Ahmad Doli.

Karenanya, siapapun nanti calon yang maju, termasuk Bambang Soesatyo harus menyampaikan gagasan alternatif ke depan.

"Bambang Soesatyo atau siapapun nanti yang akan ikut mencalonkan diri juga sebagai Calon Ketua Umum, silakan saja untuk menyampaikan gagasan alternatif ke depan untuk dikontestasikan. Jangan bicara kembali ke belakang, apalagi menyerang orang per orang. Itu akan kontraproduktif buat Golkar ke depan," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Golkar
  2. Munas Golkar
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini