Djan Faridz: Pak JK diam aja sih? Islahkan saya dengan Menkum HAM

Senin, 1 Juni 2015 12:46 Reporter : Juven Martua Sitompul
Djan Faridz: Pak JK diam aja sih? Islahkan saya dengan Menkum HAM Djan Faridz jenguk SDA. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz mengaku iri dengan Partai Golkar yang mendapat bantuan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk islah. Djan berharap JK juga mau menyelesaikan konflik di internal partainya.

"Saya sangat mengharapkan Pak JK tidak hanya turun di Golkar jadi saya mengharapkan beliau turun di PPP," kata Djan di gedung KPK, Jakarta, Senin (1/6).

Tak tanggung-tanggung, Djan meminta JK untuk menginstruksikan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly tidak melakukan banding atas keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatan pihaknya.

"Kok pak JK diam aja sih? Ayo dong islahkan saya dengan Menkum HAM. Supaya Menkum HAM saya bisa berdamai, saya sangat mengharapkan uluran tangan beliau untuk mengislahkan saya dengan Menkum HAM," ujarnya.

Disinggung kenapa ingin islah dengan Menkum HAM dan bukan dengan pihak seterunya, Romahurmuziy (Romi), Djan mengatakan, Romi tidak memiliki kaitan dengan konflik partai berlambang kabah tersebut.

"Loh saya kan ributnya sama pak Menkum HAM, yang masuk di pengadilan kan saya sama beliau bukan Romi. Romi itu oknum," jelasnya.

Guna memuluskan keinginannya, Djan mengungkapkan dalam waktu dekat akan menemui JK guna menyampaikan permohonannya.

"Saya (nanti) baru memohon kepada beliau (Jusuf Kalla). Saya cuman berharap mudah-mudahan Pak Menkumham mau ngalah dan mencabut bandingnya. Kita tunggu Pak JK, doain ya biar islah," tandasnya. [ren]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini