Diprediksi Tak Lolos, Hanura Andalkan Caleg Incumbent Dongkrak Elektabilitas

Jumat, 5 April 2019 12:32 Reporter : Sania Mashabi
Diprediksi Tak Lolos, Hanura Andalkan Caleg Incumbent Dongkrak Elektabilitas Demo massa Hanura. ©2019 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Partai Hanura diprediksi sulit lolos ambang batas parlemen atau parliamantary tresshold sebesar empat persen. Prediksi itu diungkap oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia dan Charta Politika.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika justru enggan ambil pusing. Sebab, kata dia, hasil survei tersebut tidak menjangkau persentase kekuatan kader dan caleg untuk menggeret elektabilitas Hanura.

"Sebab survei tersebut kan bukan survei kombinasi partai, caleg dan dapil. Hanya memotret partai saja jadi wajar berbeda," kata Pasek saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/4).

Hanura, lanjut Pasek, selalu bisa lolos ke parlemen melalui kinerja kadernya. Karena itu, dia yakin kali ini partai yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) ini akan bisa lolos ke parlemen di Pemilu 2019.

"Dan selama ini Hanura selalu sukses ada di Senayan sejak awal dulu sampai sekarang. Pengalaman ini memiliki pengaruh kuat untuk membangun kepercayaan diri," ungkapnya.

Pasek menilai perolehan suara pemilu selalu berkaitan dengan kinerja para caleg. Hanura, tambahnya, akan mengandalkan kekuatan caleg petahana untuk menaikkan elektabilitas.

"Hanura tetap menatap optimis. Sebab kami punya 1.314 anggota DPRD incumbent yang bekerja sepanjang tahun, 16 anggota DPR RI dan 13 anggota DPD RI serta tokoh-tokoh lain yang maju di pemilu kali ini," ucapnya.

"Kekuatan Hanura terletak pada kekuatan figur caleg dan wajar kalau Party ID masih rendah bila bicara Hanura. Tetapi nanti bicara perolehan suara akan jauh berbeda dengan hasil survei," katanya.

Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei Pemilihan Legislatif 2019. Hasilnya, elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP), Partai Gerindra, dan Partai Golkar masih teratas dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia.

PDIP masih menjadi pilihan tertinggi dengan 25,3 persen. Disusul, Partai Gerindra 16,2 persen dan Partai Golkar 11,3 persen. Tetapi masih ada partai yang berada di bawah 5 persen. Di antaranya PAN 3,3 persen, PPP 2,4 persen, PSI 2,2 persen, Partai Perindo 2,0 persen, dan Hanura 1,0 persen. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini