Dipimpin Mardiono, PPP Serahkan Berkas Kepengurusan Baru ke Kemenkumham

Selasa, 6 September 2022 19:21 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dipimpin Mardiono, PPP Serahkan Berkas Kepengurusan Baru ke Kemenkumham PPP Serahkan Berkas Pergantian Ketum Baru Ke Kemenkumham. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaksana tugas Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono menyerahkan berkas kepengurusan baru hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Mardiono turut didampingi sejumlah elite pimpinan partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Hari ini saya bersama-sama dengan pak Wakil ketua Umum dan Wakil Sekjen atau dengan para ketua wilayah yang lain menyampaikan berkas-berkas permohonan perubahan di susunan kepengurusan PPP, khusus terkait dengan ketua Umum," kata Mardiono di kantor Kemenkumham Jakarta, Selasa (6/9).

Mardiono menuturkan, penyerahan berkas susunan kepengurusan baru di PPP itu merupakan kewajiban konstitusi setelah melalui beberapa tahapan yang dilakukan.

Tahapan itu, dijalankan dari mulai keputusan rapat Majelis hingga Mahkamah partai dan diputuskan dalam Mukernas yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 September 2022 di Banten.

"Ini adalah kewajiban konstitusi kita bahwa partai telah melakukan proses-proses. Setelah itu selesai maka hari ini kita mendapatkan amanah itu untuk menyampaikan ke Kemnenkumham atas dokumen proses-proses itu," ujar Mardiono.

"Dan diterima langsung oleh dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) dan kemudian akan dilakukan verifikasi sebagaimana yang telah diatur oleh undang-undang partai politik," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani mengungkapkan berkas kepengurusan baru yang diserahkan partainya ke Kemenkumham hanya perubahan pada Ketua umumnya saja, yaitu pergantian Suharso Monoarfa ke Muhammad Mardiono.

"Pertama tentu surat permohonan untuk pengesahan ya, kepengurusan yang baru dimana yang berubah hanya ketua umumnya saja, hanya itu," ujar Asrul.

"Yang selebihnya hanya adalah dokumen-dokumen lampirannya mulai dari surat undangan, keputusan Majelis-majelis, kemudian pengurus harian, kemudian Mukernas, semuanya," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Diketahui, PPP kembali dilanda prahara. Kali ini, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa diberhentikan oleh tiga majelis partai.

Pemberhentian Suharso dilakukan setelah pimpinan tiga majelis DPP menggelar Mukernas menyikapi kegaduhan antara Suharso secara pribadi dan para simpatisan PPP. Kegaduhan di internal PPP dipicu pernyataan kontroversial Suharso soal amplop kiai.

Tiga Majelis PPP telah melayangkan surat kepada Suharso untuk mengundurkan diri. Namun, surat tersebut tidak direspons oleh Suharso. Mukernas memutuskan untuk memberhentikan Suharso dan digantikan Muhammad Mardiono sebagai pelaksana tugas Ketum PPP. [ray]

Baca juga:
Golkar: Plt Ketum PPP Mardiono Inisiator Terbentuknya KIB
PPP: Mardiono Koordinator Koalisi Partai, Kita Tetap Bersama KIB
Undang Sandiaga ke Bimtek, Elite PPP Kaget Ada Suharso di Ruangan Acara
Jokowi soal Suharso Dilengserkan dari Ketum PPP: Itu Urusan Internal Partai
Suharso: Kita Sudah Lelah, Jangan Lagi Ada Konflik di PPP

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini