Diperingatkan SBY, Rommy klaim tak sembarangan sampaikan info soal AHY

Kamis, 26 Juli 2018 14:30 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Diperingatkan SBY, Rommy klaim tak sembarangan sampaikan info soal AHY ketua umum PPP Romahumuziy. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy (Rommy) berterima kasih atas peringatan yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Rommy begitu dia disapa mengklaim tidak memberikan informasi asal-asalan soal pengajuan nama Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden ke Joko Widodo.

"Saya tidak menyampaikan info sembarangan tentang diajukannya AHY sebagai cawapres kepada pak Jokowi. Informasi tersebut berkategori A1, dan saya nilai maksud SBY tersebut adalah hal yang wajar saja," kata Rommy melalui keterangan tertulis, Kamis (27/7).

Menurutnya, tidak berlebihan jika partai politik mengajukan nama cawapres sebagai bagian dari kesepakatan koalisi. Tiap partai juga punya cara sendiri menyampaikan niatnya mengajukan cawapres.

Begitu pula PPP yang ikut mengajukan nama-nama cawapres. Bedanya, kata Rommy, PPP tidak mengajukan satu nama cawapres sebagai target tunggal. Nama-nama yang ditawarkan pun sifatnya hanya rekomendasi untuk digodok bersama koalisi pendukung Jokowi.

"Ada yang terang-terangan menyebut cawapres, ada yang setiap bertemu mengingatkan hasil survei yang tinggi, ada yang menggunakan interest grup untuk menyampaikan, atau ada cara lain lagi. Silakan saja, ini kan kontestasi," ujarnya.

Rommy merasa heran SBY curhat ada hambatan bagi Demokrat masuk ke kubu Jokowi. Padahal, bulan Ramadan lalu SBY menyatakan siap mendukung Jokowi. Bukan hanya itu saja, dia juga mengungkapkan, AHY sudah disiapkan untuk menduduki salah satu pos kabinet.

"Pertemuan terakhir SBY dan Jokowi terjadi Ramadhan baru lalu, juga sudah menyepakati pos kabinet untuk AHY sebagai bagian dan rencana koalisi. Namun jika hari-hari ini pun SBY berubah, itu juga tidak diharamkan dalam politik. Karena politik itu dinamis," tegas Rommy.

Oleh karena itu, Rommy menduga bisa saja pernyataan SBY soal ganjalan bergabung ke koalisi Jokowi karena urusan cawapres.

"Nah, apakah itu yang dimaksud SBY sebagai 'hambatan dan rintangan', ketika diwawancarai salah satu stasiun TV swasta saya menjawab mungkin saja," tandasnya.

Sebelumnya, SBY membantah pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) yang menyebut tawaran Demokrat mengajukan cawapres tidak ditindaklanjuti oleh Joko Widodo (Jokowi). Sehingga alasan itu membuat Demokrat tak mau bergabung bersama parpol pendukung Jokowi.

SBY menegaskan, Demokrat tidak pernah mengajukan kadernya sebagai cawapres Jokowi. Begitu pula Jokowi yang tidak pernah menawarkan kader Demokrat sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.

"Kalau saya mendengar statement yang dikeluarkan Bung Rommy PPP seolah-olah SBY tidak jadi berkoalisi dengan pak Jokowi dengan barang yang ditawarkan jadi cawapres tidak diwadahi, salah!. Saya berharap bung Rommy berhati hati mengeluarkan statement tidak baik bagi politisi dengan statement tanpa dasar yang kuat," tegas SBY

"Bung Rommy sahabat saya, saya tetap menjalin persahabatan tapi saya harap tetap berhati-hati dalam mengeluarkan statement seperti itu," sambungnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini