Diperiksa Bawaslu, Luhut Menyangkal Lakukan Politik Uang

Kamis, 18 April 2019 11:57 Reporter : Yunita Amalia
Diperiksa Bawaslu, Luhut Menyangkal Lakukan Politik Uang Luhut Panjaitan nyoblos. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait laporan masyarakat kepada Bawaslu perihal dugaan adanya praktik politik uang saat Luhut bertandang ke Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura.

Pemeriksaan selama 1 jam itu berlangsung secara tertutup sejak pukul 09.00 hingga 10.00 WIB Kendati demikian anggota Bawaslu, Rahmat Bagja mengatakan, pada pertanyaan yang diajukan kepada Luhut antara lain maksud dan tujuan kedatangan Luhut ke pesantren tersebut.

"Berkaitan dengan maksud dan tujuan Pak Luhut ke sana, kemudian berkaitan dengan hal yang terjadi pada saat Pak Luhut berkunjung ke sana, berapa menit waktu yang dilaksanakan, berapa jam pertemuannya, dan kemudian juga berkaitan dengan adakah tim kampanye di sana atau tidak. Karena Pak Luhut kita tahu bukan tim kampanye," ujar Rahmat di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).

Kendati masih dalam proses penyelidikan, Rahmat mengatakan saat pemeriksaan Luhut membantah tindakannya tersebut sebagai bentuk praktik politik uang.

"Secara umum Pak Luhut menyangkal tentang yang pemberian uang, yang dimaksud bukan politik uang," tukasnya.

Sementara itu, Rahmat menargetkan dalam kurun lima hari Bawaslu akan segera memutuskan hasil laporan dari kasus ini. Ia pun memastikan Luhut bakal kembali dipanggil lagi sewaktu-waktu selama keterangannya masih dibutuhkan.

Luhut sendiri tidak terlihat baik kedatangan ataupun kepulangannya usai pemeriksaan oleh Bawaslu. Rahmat mengatakan Luhut datang ke Bawaslu didampingi staf Kementerian.

Diketahui pemanggilan Luhut oleh Bawaslu merupakan buntut video yang tersebar. Dalam video itu menampilkan pemberian amplop putih oleh Luhut kepada Kiai Zubair Muntasir di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura.

Dia sempat berbicara dan meminta sang ulama menyampaikan kepada umat dan santri untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mengenakan baju putih. Saat mengucapkan 'baju putih' itu, Luhut terekam dengan gestur berbisik.

Video itu pun sempat viral di media sosial. Tagar #AmplopLuhutAdaMaunya pun digaungkan kelompok oposisi, yang menilai pemberian tersebut sebagai bentuk upaya membeli suara. Tagar itu bahkan sempat bertengger di puncak trending topic Twitter Indonesia. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini