Di kota kelahiran SBY, calon kepala daerah Demokrat tak punya lawan

Minggu, 2 Agustus 2015 19:02 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Di kota kelahiran SBY, calon kepala daerah Demokrat tak punya lawan SBY hadiri Rapimnas IMDI. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terancam ditunda, hal itu jika hingga batas akhir masa perpanjangan pendaftaran yang segera ditutup pada Senin (3/8) tetap hanya satu pasangan calon yang mendaftar dalam bursa pilkada setempat.

"Skenario itu bisa saja terjadi jika sampai batas waktu akhir perpanjangan pendaftaran tidak ada (pasangan) calon lain yang mendaftar," kata Ketua KPU Pacitan, Damhudi dikonfirmasi dikutip dari Antara, Minggu (2/8).

Tanda-tanda pelaksanaan pilkada 'deadlock' semakin kuat, karena hingga hari kedua perpanjangan pendaftaran pilkada tidak ada calon baru yang datang ke KPU Pacitan. Hingga saat ini, kata Damhudi, hanya petahana (incumbent) Bupati Indartarto yang berpasangan dengan politisi Partai Demokrat Yudi Sumbogo yang tercatat mendaftarkan diri dalam bursa pilkada.

Keduanya diusung Partai Demokrat yang menguasai kursi parlemen di sana. Pacitan memang terkenal sebagai kandang Partai Demokrat. Betapa tidak dari 40 kursi tersedia, 14 kursi DPRD di antaranya dipegang oleh Demokrat. Pacitan merupakan tempat kelahiran Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, Pacitan juga merupakan daerah pemilihan putra bungsu Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Ibas mendapatkan suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2009 dan 2014 lalu di Pacitan.

Sementara partai politik lain tak ada satupun yang tergerak mengajukan calon lain, baik secara sendiri-sendiri maupun melalui mekanisme koalisi.

"Jika sampai besok sampai pukul 16.00 WIB belum ada yang mendaftar lagi, maka sesuai aturan tahapan pilkada dinyatakan ditutup dan ditunda hingga 2017," ujar Damhudi.

Namun, kondisi bisa berbeda apabila dalam prosesnya nanti ada aturan baru yang memperbolehkan pelaksanaan pilkada dengan calon tunggal.

"Kami saat ini sifatnya menunggu aturan, diperbolehkan atau tidak calon tunggal. Namun, sementara ini kami masih mengacu aturan yang ada, di mana pelaksanaan pilkada harus diikuti sekurang-kurangnya dua pasangan calon," tandasnya.

Sebelumnya, selain petahana Indartato sebenarnya sempat muncul sejumlah nama yang berniat maju dalam bursa Pilkada Pacitan. Mereka datang dari lingkungan partai politik di luar Partai Demokrat, maupun kalangan masyarakat sipil.

Namun, seiring berjalannya waktu, serta kuatnya elektabilitas dan popularitas petahana Indartato, beberapa nama yang sempat mencuat berangsur meredup.

"Bagaimanapun, kami hanya bisa berharap besok ada bakal calon lagi yang mendaftar, agar pilkada dapat berlangsung tahun ini," ujar Damhudi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini