Di DPR, Mendagri Tito Curhat Anak Buahnya Trauma Ajukan Anggaran Blanko e-KTP

Kamis, 28 November 2019 13:38 Reporter : Merdeka
Di DPR, Mendagri Tito Curhat Anak Buahnya Trauma Ajukan Anggaran Blanko e-KTP Mendagri Tito Karnavian. ©2019 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menemukan akar masalah dari kurangnya anggaran penyediaan blanko e-KTP. Ternyata penyebabnya adalah adanya trauma dari jajaran Kemendagri untuk mengajukan anggaran imbas megakorupsi e-KTP.

"Kami paham pak rupanya salah satu akar masalah kenapa perdebatan kita, kenapa kok dana kebutuhan kita sekian keping, anggaran sekian. Jujur pak kami melihat temen-temen di Kemendagri terutama Dukcapil dan Kesekjenan, ada rasa trauma dengan kasus e-KTP itu, sehingga nyaris lama. Nanti ngajukan anggaran diperiksa lagi," ujar Tito dalam rapat kerja dengan komisi II di kompleks Pralemen Senayan, Kamis (28/11).

Tidak hanya di Kemendagri, Tito menyebut Kementerian Keuangan juga was-was bila berkaitan dengan anggaran e-KTP. Kemenkeu saat ini belum setuju memberikan tambahan dana untuk blanko.

"Juga kami lihat seperti ada nuansa temen-temen di Kemenkeu sangat berhati-hati, ketika sudah menyangkut nomenklatur e-KTP," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Minta Disdukcapil Berani

Mantan Kapolri itu memahami apabila banyak pihak yang trauma lantaran pernah ada kasus e-KTP. Namun, dia meminta jajarannya untuk tetap berani mengajukan anggaran demi masyarakat.

"Saya paham pak, mantan Kapolri, seseorang kalau dipanggil, diperiksa, jangankan temen-temen dari jajaran sipil, polisi saja dipanggil provost itu saja dag dig dug. Kalau itu pendek, ini traumanya bisa panjang, saya melihat itu," kata Tito.

"Saya sampaikan jangan kita nyari selamat, tapi masyarakat jadi korban. Itu harus kita perbuat, tapi taat asas dan kita bekerja dengan membangun hubungan dengan semua stakeholder, termasuk meyakinkan Kemenkeu, sepanjang itu untuk hal yang benar," tambahnya.

Berdasarkan pemaparan Tito dalam raker, e-KTP yang sudah terpenuhi hingga 2019 sebanyak 3,5 Juta keping. Sementara kekurangannya sebanyak 7,4 Juta keping.

Reporter: Delvira Hutabarat [ray]

Baca juga:
Johan Budi Ingatkan Mendagri Hati-Hati Dalam Anggaran E-KTP
Duit Blanko e-KTP Kurang, Kemendagri Minta Pergeseran Anggaran
Kemendagri Luncurkan Mesin Cetak KK Hingga e-KTP, Mirip Mesin ATM
Buntut 2 Pegawai Kena OTT, Pejabat Disdukcapil Serang Diperiksa Inspektorat

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini