Di depan tokoh Islam, Yusril pede bisa atasi masalah Jakarta

Selasa, 26 April 2016 23:04 Reporter : Ronauli Manondangi Margareth
Di depan tokoh Islam, Yusril pede bisa atasi masalah Jakarta Yusril Ihza Mahendra. ©2016 Merdeka.com/Ronauli Manondangi Margareth

Merdeka.com - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra menyambangi Dewan Dakwah Islam Indonesia untuk menyampaikan program-program unggulannya jika terpilih menjadi gubernur. Di hadapan mereka, Yusril menyebut ada beberapa permasalahan Jakarta yang belum terselesaikan.

"Persoalan Jakarta banyak jadi belum terselesaikan. Masalah Jakarta ini masalah yang akut seperti banjir, sampah dan permukiman kumuh," ucap Yusril, di Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/4).

Dia menjelaskan, masalah-masalah tersebut akan segera ditanganinya jika terpilih sebagai gubernur. Salah satunya adalah dengan menggandeng daerah-daerah penyangga untuk bekerja sama.

"Masalah banjir tidak akan selesai kalau tidak ada kerja sama antara dua pemerintahan yaitu Jakarta dan Jawa barat (Bogor). Permasalahan sampah harus kerja sama antar Bekasi dengan Jakarta. Jadi harus ada koordinasinya antara Gubernur Jakarta dan Gubernur lainnya. Sedangkan masalah permukiman kumuh, kita harus benahi, bukannya disuruh pindah (gusur)," kata dia.

Dia menjelaskan, kawasan kumuh harus dipertimbangkan keberadaannya dari aspek sejarah, salah satunya Luar Batang.

"Saya harus mempertimbangkan aspek sejarahnya kampung-kampung tersebut. Bagi saya aspek sejarah harus kita pertahankan seperti makam luar Batang. Di situ ada makam penyebar Islam, kita hormatilah. Kultur masyarakat juga perlu dipertahankan, kenapa kita tidak benahi rumah-rumahnya? Kita bikin bersih. Bangun misalnya 6 lantai dengan di bawahnya nanti ada pasarnya," ucapnya.

Terkait permasalahan Jakarta yang dinilai akut oleh Yusril, dia menyatakan dirinya akan mengatasi sampah di ibu kota. Dalam mengatasi sampah, dirinya sudah memiliki ide agar masyarakat bisa peduli dengan sampah.

"Saya punya ide untuk membeli sampah masyarakat. Nanti Masyarakat bisa mengumpulkan sampah di rumahnya. Kemudian dikelompokkan, mana sampah yang organik dan anorganik. Mana sampah plastik, kertas, kaca, mana sampah dari sisa makanan, sayuran, buah. Makin banyak sampah, kita beli. Dengan begitu kan tidak ada orang yang buang sampah sembarangan. Warga sayang buang sampah sembarangan, lebih baik dikumpulkan dan dijual," tuturnya.

Maka dari itu dia berharap Jakarta sebagai kota Kosmopolitan modern tetapi tetap religius dan menjadi kota yang produktif. "Saya menginginkan semua kebudayaan ada di sini (Jakarta). Jadi ke depan yang saya bayangkan kota yang kosmopolitan modern tapi tetap religius dan menjadi kota yang tetap produktif," ucapnya.

Bahkan dia juga menambahkan jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKi Jakarta 2017, Yusril tidak berkeinginan adanya Pemerintah Daerah. Jadi hanya Pemerintah pusatlah yang memiliki kewenangan dalam sudut tata negara.

"Saya juga pikirkan ke depan, Jakarta tak ada lagi pemerintah daerah. Jadi pemerintah pusat yang bertanggung jawab kepada Jakarta. Jadi tidak Ada tabrakan kewenangan dalam sudut tata negara, Jakarta sebagai ibu kota tapi punya pemerintahan daerah. Bagi saya membenahi negara mau tidak mau harus dimulai dari ibu kotanya," katanya.

Dengan percaya diri, Yusril mengaku optimis dapat maju dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. "Saya optimis untuk maju Cagub DKI Jakarta di Pilkada 2017 ini," tutupnya. [tyo]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini