Di Depan Jokowi, Ketua HIPMI Singgung Sandiaga Belum Jadi Menteri

Rabu, 15 Januari 2020 14:24 Reporter : Anisyah Al Faqir
Di Depan Jokowi, Ketua HIPMI Singgung Sandiaga Belum Jadi Menteri Jokowi dan Sandiaga Uno hadiri pelantikan pengurus HIPMI. ©2020 Liputa6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H Maming menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo karena hadir dalam pelantikan pengurus tahun ini. Bukan tanpa sebab, sejak tahun 1972, pelantikan pengurus HIPMI hanya dihadiri kalangan internal organisasi.

"Hari ini adalah hari bersejarah, di mana BPP Hipmi pertama kali dilantik yang dihadiri bapak kita tercinta, bapak Joko Widodo," kata Mardani dalam sambutannya di Hotel Raffles Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).

Mardani lantas menyinggung Presiden Jokowi sebagai kader sejati HIPMI. Sebab, orang nomor satu di Indonesia itu melaksanakan motto HIPMI, yakni 'Bertanding untuk Bersanding'.

Buktinya jelas. Mantan Bupati Tanah Bumbu ini menyinggung keputusan Jokowi bersanding dengan mantan rival di pilpres, Prabowo Subianto dalam kabinet. Prabowo didapuk menjadi Menteri Pertahanan. Hanya saja, Jokowi belum berhasil merangkul Sandiaga Uno yang kala itu menjadi calon wakil presiden Prabowo.

"Tinggal menunggu giliran Bang Sandiaga Uno," ucapnya diikuti riuh tepuk tangan audiens.

jokowi dan sandiaga uno hadiri pelantikan pengurus hipmi

Sandiaga hadir dalam pelantikan sebagai mantan ketua HIPMI periode 2005-2008. Selain Sandiaga, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju juga hadir sebagai tamu undangan. Diantaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Mardani mengatakan pelantikan kali ini mengusung tema 'Meningkatkan Kualitas SDM Pengusaha Muda Dalam Menyambut Era Bonus Demografi'. Tema ini sejalan dengan fokus pembangunan pemerintah. Membangun peningkatan SDM Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di era bonus demografi dan revolusi industri 4.0.

Mardani mempertanyakan kesiapan negara menghadapi era bonus demografi. Bonus demografi bisa menguntungkan. Tapi di sisi lain bisa menjadi bencana jika tidak mempersiapkan generasi muda sejak dini.

"Contoh kecil, sepak bola Asian Games, di mana Vietnam yang penduduknya hanya 90 juta, kita 250 juta, kita dikalahkan 3:0," ungkapnya.

Baik Vietnam maupun Indonesia sama-sama mengalami bonus demografi. Untuk itu hal ini perlu diantisipasi sejak dini. Dia mengklaim semua pihak telah sepakat 10 tahun akan datang para pemimpin negara adalah anak muda yang terdepan.

"Mudah-mudahan pemimpin masa depan itu ada di dalam ruangan ini," harapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini