Desak Amien Rais Mundur, Pendiri PAN Diminta Waketum Hormati Perbedaan Politik

Rabu, 26 Desember 2018 12:24 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Desak Amien Rais Mundur, Pendiri PAN Diminta Waketum Hormati Perbedaan Politik Wasekjen Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi angkat bicara soal lima pendiri PAN mendesak Amien Rais mundur dari dunia politik. Viva tak memungkiri seiring waktu para pendiri PAN tersebut beda haluan dengan sikap politik PAN saat ini.

Sebagai kader PAN, Viva mengaku sangat menghormati para pendiri partai. Dia menyebut, mereka adalah tokoh nasional, tokoh yang tidak diragukan kredibilitas, integritas dan pejuang demokrasi. Namun baiknya, mereka yang berseberangan menghormati perbedaan pilihan politik.

"Lalu, jka para pendiri partai berbeda dalam pilihan politik, apa yang harus mereka lakukan? Saling menghujat? Saling menegaskan? Saling meniadakan?," kata Viva kepada wartawan, Rabu (26/12).

"Merasa pemikiran dan pilihannya adalah suatu kebenaran? Merasa sikapnya adalah kebaikan untuk membangun demokrasi? Untuk itu, saling menghormati dan tabayyun adalah sikap yang bijak," sambungnya.

Viva menuturkan, untuk persoalan politik kepartaian, para pendiri harus mempercayakan kepada pengurus partai saat ini. Jika pun berbeda pilihan, baiknya menasihati dan menegur dengan cara kebajikan. Serta tidak mengumbar perbedaan pemikiran dan pilihan politik ke publik.

"Karena hal ini adalah sikap yang baik untuk membantu partai dalam mempersiapkan perjuangan akbar dalam pemilu 2019. Jika tidak dapat membantu perjuangan partai dalam logistik, maka membantu partai dalam pemikiran dan sikap adalah suatu perbuatan yang bijak dan mulia," imbuh Viva.

Menurutnya, selama ini Amien Rais telah memberikan kontribusi bagi perjuangan demokrasi dan dipilih kongres PAN di Bali sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN. Dengan hal itu, baiknya para pihak menghargai mekanisme formal kepartaian.

"Jika ada perbedaan pemikiran dan pilihan, bertemulah. Untuk kangen-kangenan. Saling mendekatkan hati. Seperti masa awal reformasi 1998 lalu," tandas Viva.

Diketahui, lima orang pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) yang disebut Goenawan CS meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mundur dari politik. Menurut mereka, Amien Rais telah menyimpang dari prinsip PAN.

"Kami mendapatkan kesan kuat bahwa Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip PAN," kata Goenawan CS lewat pernyataan tertulis, Rabu (26/12).

"Semakin lama makin cenderung eksklusif, tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politik saudara," sambungnya.

Menurutnya, Amien Rais sebagai tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan Orde Baru, telah bersimpati dan mendukung serta bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan Orde Baru ke kancah politik Indonesia.

"Saudara telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan," tambahnya.

Kemudian, Amien Rais sebagai ilmuwan politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di negeri Indonesia.

"Saudara sebagai orang yang berada di luar struktur utama PAN terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai," ujarnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Goenawan CS yang merupakan bagian dari PAN dan pernah berjuang bersama Amien Rais saat mendirikan meyakini prinsip-prinsip perjuangkan PAN. Serta menyampaikan surat pernyataan terbuka sebagai pengingat dari sesama kawan.

"Untuk itu barangkali sudah saatnya saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri saudara sebagai penjara moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita," katanya.

Meski mengecam Amien Rais, para pendiri PAN yang diwakili Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toety Heraty dan Zumrotin batal menggelar jumpa pers di Galeri Cafe Museum, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12). Mereka hanya memberi pernyataan tertulis untuk Amien yang diberikan oleh salah satu perwakilan kepada wartawan. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini