Deretan Timses Jokowi dan Prabowo Dicoret Gara-Gara Tersandung Kasus

Jumat, 30 November 2018 06:15 Reporter : Syifa Hanifah
Deretan Timses Jokowi dan Prabowo Dicoret Gara-Gara Tersandung Kasus Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Beberapa anggota tim sukses pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dicoret dari daftar timses. Penyebabnya karena tersandung kasus hukum.

Siapa saja mereka? Berikut ini timses Jokowi dan Prabowo yang dicoret karena terjerat kasus hukum:

1 dari 4 halaman

Ada yang Tersangkut Kasus Suap

Neneng Hassanah Yasin diperiksa KPK. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta. Akibat terjerat hukum Neneng dinonaktifkan sebagai ketua DPD Golkar Bekasi. Selain itu, namanya dipastikan tercoret sebagai anggota tim kampanye daerah Jabar Jokowi-Maruf Amin.

"Bu Neneng sudah kita nonaktifkan baik dari Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, maupun sebagai tim kampanye," kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara.

2 dari 4 halaman

Tersandung Kasus Pengadaan Barang

Setiyono diperiksa KPK. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Dalam tim kemenangan Jokowi, Wali Kota nonaktif Pasuruan Setiyono ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Tim Kampanye Daerah (Korwil TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kota Pasuruan. Karena tersandung kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pasuruan TA 2018, posisi Setiyono langsung digantikan oleh wakilnya di TKD Kota Pasuruan, Raharto Tono.

"Wakil Korwil-nya (Raharto Tono) diangkat menjadi Korwil," kata Wakil Sekretaris TKD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno.

Raharto Tono adalah Wakil Wali Kota Pasuruan yang juga kader PDIP. Sementara Setiyono adalah kader Partai Golkar yang maju diusung PDIP dan Partai Golkar.

3 dari 4 halaman

Gara-Gara Kabar Bohong

Ratna Sarumpaet bantah penganiayaan. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Ratna Sarumpaet memutuskan mengundurkan diri dari tim pemenangan Prabowo-Sandi sebagai juru kampanye. Pengunduran diri ini dilakukan setelah Ratna mengakui kebohongan terkait penganiayaan.

"Setelah kita semua dalam dua hari terakhir, terbelenggu masalah emosional yang terjadi sebagai akibat perbuatan saya, maka sebagai pertanggungjawaban moral saya, bersama ini saya, Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari Tim Pemenangan Prabowo Sandi sebagai Jurkamnas, no urut 42," demikian surat yang dibuat Ratna.

4 dari 4 halaman

Buni Yani Akan Mundur Dari Tim Kampenye Prabowo

Buni Yani. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mendesak agar Buni Yani keluar dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Hal ini karena Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Buni Yani terkait kasus pelanggaran UU ITE.

"Tentu harus keluar, dia akan memahami. Akan mundur sendiri," kata Riza. [has]

Baca juga:
Timses Jokowi Sudah Prediksi Elektabilitas Prabowo Mulai Mengejar
Ketum PPP Klaim 90 Persen Warga NU Dukung Jokowi-Ma'ruf
Soal 'Soeharto Guru Korupsi', Golkar Minta Hentikan Politik Saling Tuduh
Keinginan-Keinginan Pribadi Prabowo Yang Belum Terwujud
Dukungan untuk Prabowo dari Keturunan 'Orang-Orang Besar'
PDIP Tantang Berkarya Polisikan Ucapan 'Soeharto Guru Korupsi'

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini