Deplu Saat Ini Sedang Mengembangkan Paradigma Intermestik

Minggu, 20 November 2005 12:35 Sumber :
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Direktur Politik Khusus Departemen Luar Negeri (Deplu)Iwan Wiranataatmadja mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan paradigma kebijkan baru yang disebut sebagai paradigma intermestik.

Dengan paradigma ini dimaksudkan agar kebijakan luar negeri Indonesia bukan saja bersifat aspiratif, melainkan juga partisipatif, kata Wiranataatmadja di Medan, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu pada acara pembukaan Lokakarya Nasional Prospek Pengembangan dan Implementasi Kebijakan Alternative Development Dalam Penanganan Gelap Ganja di Indonesia.

Dalam acara tersebut hadir Perwakilan Penanganan Narkoba Wilayah Asia Pasipik di Bangkok, Akira Fujino, "Mae Fah Luang Foundation" Thailand, Mr.Disnadadda Diskul, Kepala Puslitbang Info Lakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjend Pol. Dr. Eddy Saparwoko, dan undangan lainnya.

Wiranataatmadja menambahkan, kami berkewajiban untuk menampung aspirasi dari bawah di dalam proses penyusunan kebijakan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di dalam implementasinya.

Dengan pendekatan yang demikian, katanya, Deplu berharap dapat menjadi agen perubahan, sebagaimana yang telah banyak kami lakukan di dalam isyu-isyu lainnya.

Selain itu, sesuai dengan amanah UU Nomor 37/1999 mengenai Hubungan Luar Negeri, kegiatan hubungan luar negeri, baik regional maupun internasional, melalui forum bilateral atgau multilateral, diabdikan pada kepentingan nasional.

Dengan demikian, salah satu bentuk upaya Deplu sebagai pelaksana utama kebijakan luar negeri, di dalam memperjuangkan kepentingan nasional adalah dengan menginternalisasikan kesepakatan-kesepakatan regional dan internasional yang terkait dengan kepentingan Indonesia dalam kebijakan nasional.

Deplu juga berupaya mengambil pelajaran dari best practices (praktek-praktek yang telah teruji hasilnya) dari dunia internasional bagi upaya menyelesaikan persoalan -persoalan serupa yang dihadapi dalam negeri, termasuk di dalam masalah pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Ia mengatakan, beberapa komitmen internasional yang semakin menguatkan rencana kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini antara lain Deklarasi Beijing yang dihasilkan bulan Oktober lalu.

Atas usulan Indonesia memuat mengenai perluasan program alternative development terhadap tanaman ganja, disamping mekanisme kerjasama yang telah ada selama ini.

Selain itu, Komite III Majelis Umum PBB pada sidangnya bulan Oktober 2005 lalu secara aklamasi telah menyampaikan draft Resolusi Majelis Umum PBB.

Resolusi tersebut mengenai "International cooperation against the world drugs problem" yang secara khusus memberikan penekanan kepada pentingnya penerapan kebijakan alternative development yang secara aspiratif melibatkan seluruh komponen masyarakat madani.

Perkembangan kebijakan alternative development terhadap ganja sejauh ini memang masih jauh tertinggal dibandingkan terhadap tanaman opium dan kokain.

Namun demikian, semakin maraknya penanaman ganja belakangan ini, dengan segala dampak negatifnya, kesadaran akan pentingnya kebijakan tersebut semakin besar, katanya. (*/lpk)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini