Demokrat Tanya Prabowo: Kalau Target Tak Tercapai, Masih Mau Jadi Menteri?

Senin, 11 November 2019 15:02 Reporter : Ronald
Demokrat Tanya Prabowo: Kalau Target Tak Tercapai, Masih Mau Jadi Menteri? Prabowo Raker dengan Komisi I DPR. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto banyak tersenyum saat melakukan rapat kerja (Raker) perdana antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan Komisi I DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat. Pasalnya, Prabowo disebut rendah hati meskipun tak menjadi presiden dan memilih untuk menjadi menteri atas rivalnya Joko Widodo (Jokowi).

"Kami juga memberikan apresiasi terhadap paparan saudara Menhan, karena secara eksplisit disampaikan bahwa kami sedang melakukan identifikasi masalah," ujar anggota komisi I fraksi Partai Demokrat, Syarif Hasan saat memberikan pendapat, di lokasi, Senin (11/11)

"Saudara Prabowo ini kan spesialis capres dan cawapres, tapi masih mau dengan rendah hati mengakui masih indentifikasi masalah. Tentunya kami memberikan apresiasi atas statement itu, mudah-mudahan harapan kami (Kemhan) di bawah pimpinan Pak Prabowo akan semakin baik," sambungnya.

Spontan, pernyataan itu membuat semua yang hadir pun tersenyum termasuk Prabowo.

Dalam penyampaian pendapat, Syarif menyinggung alutsista yang dimiliki oleh TNI. Menurutnya, Indonesia saat ini mengalami penurunan ranking alutsista di tingkat dunia. Selain itu, lanjutnya, ia juga menyinggung mengenai anggaran Kemhan yang banyak tersedot oleh belanja pegawai.

"Ke depan, karena saya tahu saudara Menhan itu seorang visioner dan bertanggungjawab, apa yang terjadi kalau apa yang disampaikan oleh Menhan itu tidak tercapai? Apakah akan tetap jadi menteri atau bagaimana? Karena saya tahu betul Pak Menhan ini bagaimana," tanya Syarif.

Sayang, rapat tersebut selanjutnya digelar tertutup. Media hanya diperbolehkan meliput saat pemaparan Prabowo dan pertanyaan anggota Dewan. Untuk jawaban atas pertanyaan tersebut, diputuskan tertutup untuk media.

1 dari 1 halaman

Paparan Prabowo

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto untuk pertama kalinya melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR. Ada beberapa poin penting yang akan disampaikan Prabowo di depan anggota dewan.

Misalnya, mewujudkan visi misi presiden, Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Prabowo menjelaskan, pertahanan dan keamanan negara tidak boleh dipandang sebagai suatu tambahan atau adendum atau suatu keikutsertaan tetapi ini adalah tujuan negara yang pertama.

"Kita boleh bangun infrastruktur yg banyak dan hebat tapi kalau tidak mampu jaga wilayah darat laut dan udara, kemampuan kita hilang sebagai negara," jelas Prabowo di Raker bersama Komisi I DPR.

Prabowo berkomitmen bangun komponen cadangan yang nyata, real, operasional, dan harus menyiapkan komponen pendukung dari seluruh komponen rakyat Indonesia dari semua sektor; petani, nelayan, swasta, akademisi, ormas, partai politik.

"Fokus pemikiran kita tentunya menjaga wilayah NKRI; darat, laut, udara agar bebas dari ancaman," tambah Prabowo.

Dalam pandangan Prabowo, pertahanan harus dipandang sebagai sebuah investasi, bukan sekadar biaya.

Kita yang bertanggungjawab di bidang pertahanan keamanan tidak boleh membiarkan Indonesia lemah. Dengan biaya berapapun, Indonesia harus kuat. [rnd]

Baca juga:
Di Depan Komisi I DPR, Prabowo Ungkap Industri Pertahanan Indonesia Banyak Kekurangan
Prabowo Sebut Indonesia Mampu Buat Sendiri Bahan Baku Penting Peluru dan Roket
Politikus PKS ke Prabowo: Saya Berasal dari Fraksi Sekutu Bapak
Rapat dengan Komisi I, Prabowo Bahas Pertahanan dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Rapat dengan Menhan, Komisi I DPR Ingin Tahu Rencana Kerja Prabowo 5 Tahun ke Depan
Menyiapkan Sandiaga Uno Gantikan Peran Prabowo

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini