Demokrat Sebut Jokowi Cari Aman Singgung Nama SBY di Kasus Jiwasraya

Kamis, 19 Desember 2019 15:38 Reporter : Ahda Bayhaqi
Demokrat Sebut Jokowi Cari Aman Singgung Nama SBY di Kasus Jiwasraya ferdinand hutahaean. ©2018 Merdeka.com/hari ariyanti

Merdeka.com - Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean menuding Presiden Joko Widodo sengaja membawa-bawa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus gagal bayar polis Jiwasraya. Ferdinand menyebut Jokowi membawa pemerintahan SBY agar merasa aman dan nyaman.

"Bahkan kadang-kadang kami berfikir mungkin pak Jokowi menyampaikan ini karena beliau merasa bahwa ketika membawa-bawa nama pak SBY, beliau merasa jadi aman dan nyaman dari semua masalah yang ada," ujar Ferdinand di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/12).

Dia bilang Jokowi tengah menyandarkan masalahnya kepada pemerintahan SBY, dengan cara lempar tanggung jawab. Ferdinand menyebut, jejak keuangan Jiwasraya 2005-2011 baik dan tidak rugi. Sementara penurunan laba Jiwasraya baru terjadi sekitar tahun 2017-2018.

Karenanya, dia menilai Jokowi tidak patut menyampaikan bahwa tunggakan polis Jiwasraya terjadi sejak zaman SBY. Menurutnya, faktanya berbeda dengan yang diucapkan Jokowi.

"Jadi kita sampaikan tak seharusnya disampaikan, kalaupun mestinya ada masalah, seorang pemimpin tak seharusnya melempar permasalahan ke pemerintahan masa lalu," kata Ferdinand.

Ferdinand melanjutkan, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah berpesan supaya pernyataan Presiden Jokowi tidak perlu ditanggapi serius. Demokrat justru diminta untuk memberi masukan kepada Jokowi. Bahkan, SBY menyampaikan pesan tersebut sambil tertawa.

"Memang beliau (SBY), kemarin ya seperti tadi jadi tertawa ya karena beliau dibawa-bawa namanya padahal akhirnya seperti tadi, pak Jokowi sudah merasa nyaman kali kalau sudah menyebut nama pak SBY," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan bahwa persoalan kasus tunggakan polis pembayaran kepada nasabah yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bukanlah masalah ringan. Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini.

"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini. Ini bukan masalah yang ringan," ujar Jokowi kepada wartawan di Hotel Novotel Balikpapan Kalimantan Timur, Rabu (18/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bahwa pemerintah sudah memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan lama ini. Sementara itu, terkait masalah kriminal, Jokowi menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

"Yang jelas gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu, sudah ada masih dalam proses semua. Tapi berkaitan dengan hukum ranahnya sudah masuk ke kriminal sudah masuk ke ranah hukum," jelas dia. [ded]

Baca juga:
Kasus Asuransi Jiwasraya Telan Kerugian Rp23 T, Tanpa Titik Terang Sejak 2006
Jaksa Agung Siap Terbitkan Surat Cekal ke Direksi Jiwasraya Periode 2013-2019
Kejagung Usut Skandal Asuransi Jiwasraya
Kejagung: Investasi Pada Aset Berisiko, Jiwasraya Berpotensi Merugi Rp13,7 Triliun
Presiden Jokowi Yakinkan Solusi Kasus Gagal Bayar Jiwasraya Sudah Ada
Jokowi Soal Tunggakan Polis Jiwasraya: Ini Masalah 10 Tahun Lalu

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini